← Beranda
TNI Perkuat Pengamanan Jalur Trans Wamena Pasca Penembakan Aris Sanda oleh OPM
Syahrul Yunizar• Kamis, 17 September 2026 | 01.36 WIB
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen TNI Muhammad Nas. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Aksi Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jalan Trans Wamena pada Selasa (15/9) memantik atensi dari Mabes TNI. Penguatan pengamanan dilakukan pasca penembakan terhadap seorang sopir bernama Aris Sanda.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Mohammad Nas menegaskan bahwa instansinya tidak akan membiarkan kelompok bersenjata tersebut melakukan kekerasan secara terus-menerus terhadap masyarakat sipil di Papua.

”TNI akan terus melindungi masyarakat dan memastikan kelompok bersenjata tidak leluasa melakukan kekerasan terhadap warga sipil. Setiap tindakan kekerasan akan dihadapi secara tegas, profesional, terukur, dan sesuai hukum yang berlaku,” kata dia kepada awak media pada Rabu (16/9).

Saat ini, Koops TNI Habema sebagai kepanjangan tangan Mabes TNI di Papua terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan terkait. Tujuannya untuk meningkatkan pengamanan, khususnya pada jalur transportasi dan wilayah yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

Baca Juga: Motif 4 Senior Aniaya Serda Ahmad hingga Tewas, Kesal Telepon Ditutup oleh Junior

TNI juga mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan jajarannya segera mengevakuasi jenazah serta memperkuat pengamanan dan mencari pelaku.

”Korban adalah masyarakat sipil yang sedang bekerja untuk melayani kebutuhan masyarakat. Kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. Para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Temukan Jenazah dan Mobil Korban dalam Keadaan Sudah Habis Terbakar

Jenazah dan mobil Aris Sanda, korban penembakan oleh OPM dan KKB ditemukan oleh Koops TNI Habema di Jalan Trans Wamena. Saat ini, evakuasi masih berlangsung.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Infanteri M.Wirya Arthadiguna menyampaikan bahwa temuan itu diperoleh setelah para prajurit dari Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Mereka menemukan 1 jenazah dan mobil dalam keadaan terbakar.
”Saat ini proses evakuasi jenazah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Wirya.

Evakuasi tersebut dilakukan dengan tetap memerhatikan keamanan personel dan situasi di lapangan. Selain evakuasi jenazah korban, pendalaman atas kronologi peristiwa yang diduga terjadi pada Selasa (15/9) jga dilakukan oleh Koops TNI Habema bersama aparat keamanan terkait lainnya.

”Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengajaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Wirya memastikan, pihaknya bergerak cepat untuk mencegah jatuhnya korban lain. Koops TNI Habema sangat menyayangkan peristiwa penembakan terhadap warga sipil kembali terjadi. Terlebih korban tengah bekerja dan memfasilitasi masyarakat untuk membawa logistik ke wilayah pedalaman.

”Orang-orang yang bekerja membantu kehidupan masyarakat seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tidak menjadi korban kekerasan,” kata dia.

Berdasar informasi yang diterima oleh Koops TNI Habema, peristiwa terjadi di Jalur Trans Wamena mengarah ke Mbua, Papua Pegunungan. Saat mobil yang dikendari oleh korban melintas, KKB atau OPM mencegat. Mereka kemudian membawa korban dan sempat meminta korban membuat video dukungan Papua merdeka.

Baca Juga: Gara-gara Korupsi Upah Pungut di Bogor, Warga Ancam Tak Bayar Pajak

”Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar Pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya,” ucap Wirya.

Atas jatuhnya korban jiwa, Koops TNI Habame menyampaikan duka cita dan belasungkawa. Menurut Wirya, korban merupakan sopir angkutan yang selama ini memberikan layanan kepada masyarakat di daerah pedalaman lewat jasa transportasi darat.

OPM Mengakui Aksi di Jalan Trans Wamena Ulah Kelompok Egianus Kogeya

Tidak hanya beredar luas di media sosial (medsos), aksi KKB tersebut telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara (Jubir) TPNPB-OPM Sebby Sambom. Dia menuding Aris sebagai intelijen yang menyamar sebagai sopir.

”Bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan terhadap agen intelijen militer Pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai sopir di Jalur Trans Wamena-Nduga pada hari Selasa, 15 September 2026 sekitar jam 09.25 pagi,” kata dia.

Menurut Sebby, penembakan dilakukan oleh KKB di bawah kendali Egianus Kogeya. Tidak hanya mengkonfirmasi peristiwa penembakan terhadap Aris, Sebby menyampaikan peringatan kepada seluruh pendatang dari luar Papua.

”Warga imigran Indonesia yang bekerja sebagai tukang ojek dan sopir taksi di Jalan Trans Wamena-Nduga, Wamena-Tolikara, Wamena-Yalimo, Wamena-Jayapura dan seterusnya agar hentikan aktivitasnya karena jika kedapatan, kami siap tembak mati karena itu bagian dari agen intelijen militer Pemerintah Indonesia,” ujarnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan