← Beranda
TNI AD Berduka 3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Kerahkan Kodim, Korem, Hingga Kodam
Syahrul YunizarSabtu, 12 September 2026 | 23.05 WIB
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kembali memimpin PB PJSI. Dia menarget berbagai medali dari ajang internasional. (TNI AD)
JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut berduka atas meninggalnya 3 orang pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya pada Rabu (9/9). Terlebih penyebab ketiga warga sipil itu kehilangan nyawa adalah aksi kekerasan yang didalangi oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka.

”Kami berduka cita ada serangan kepada (warga) sipil di Papua,” ucap Maruli saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta, dikutip pada Sabtu (12/9).

Menurut Maruli, saat ini OPM terus dikejar oleh TNI dan Polri. Pengejaran melibatkan satuan tugas (satgas) khusus maupun jajaran satuan kewilayahan. Dia menilai, kelompok bersenjata itu sudah mulai resah. Sehingga mereka sembarangan menyasar target, termasuk warga sipil.

Baca Juga: 105 Mitra Ojol Berangkat Umrah, Kisah di Baliknya Tak Sesederhana Perjalanan ke Tanah Suci

”Mereka memang sudah mulai kami betul-betul kejar mereka itu. Jadi, kelihatannya mereka malah sudah resah. Jadi, mulai sembarangan dia mencari korban,” sesalnya.

Sejak awal, kata Maruli, aparat keamanan di Papua berusaha mengantisipasi pergerakan OPM. Berbagai cara sudah dilakukan. Termasuk evaluasi dalam pengamanan warga sipil.

”Memang sudah berulang sebetulnya, mereka (OPM) menjadikan sipil jadi korban itu sudah berulang. Itu yang terus kami tetap evaluasi,” kata dia.

Mabes TNI AD (Mabesad) sebagai instansi yang berwenang melakukan pembinaan turut mengerahkan jajaran kodim, korem, hingga kodam, untuk bersinergi dengan satgas-satgas di Papua.

Baca Juga: Ada Pekerjaan Jalan di Tol Jakarta–Cikampek, Ini 5 Titik yang Bisa Bikin Perjalanan Melambat

”Pasukan juga kami sudah mulai tempatkan di tempat-tempat yang sudah kami antisipasi. Sebenarnya ini dominan kewenangannya Mabes TNI, namun kami juga ikut karena juga punya pasukan kodim, korem, maupun kodam yang bisa mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi untuk pengamanan,” terang dia.

Sebelumnya, Maruli memastikan bahwa korban penembakan di Jayawijaya pada bukan intelijen tentara. Ketiga korban yang meninggal dunia merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Menurut Maruli, OPM memang kerap melempar isu. Bahwa korban penembakan adalah tentara atau intelijen. Namun demikian, orang nomor satu di TNI AD itu memastikan bahwa korban penembakan merupakan warga sipil yang sehari-hari bertugas di sektor pertanian.

“Kan rekan-rekan media tahu, itu memang pekerja, orang dari NTT, orang masih muda ingin membantu di daerah (Papua),” ucap Maruli saat ditemui di sela Munas Pengurus Besar (PB) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) XX di Jakarta pada Jumat (11/9).

Maruli menyatakan, OPM memang kerap melempar isu yang tidak benar. Utamanya saat ketahuan menyerang warga sipil hingga meninggal dunia.

​“Sekarang nyerang (korban) yang sipil di situ, semua dianggap intel. Itu berulang-ulang bicaranya seperti itu,” sesalnya.

Perwira tinggi (pati) TNI AD yang pernah bertugas sebagai panglima Kostrad itu pun mempersilakan publik untuk cek langsung latar belakang para korban. Di antara 3 korban itu, seorang anak muda yang baru mulai bekerja namun harus kehilangan nyawa akibat ulah OPM.

Baca Juga: Tak Gampang Ingat Wajah? Psikologi Ungkap 8 Karakter yang Sering Berkaitan

“Silahkan dicek saja secara umum. Apakah betul orang-orang itu intel-intel kami. Kan (mereka) pekerja-pekerja pertanian itu. Ada umur masih 24 tahun baru mulai kerja di sana,” tegasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo