← Beranda
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Terkait OTT Rektor Unsoed Akmad Sodiq
Muhammad RidwanJumat, 21 Agustus 2026 | 16.27 WIB
BARBUK OTT: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu. (Dok.JawaPos.com).
 
 

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang ratusan juta dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Ir Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr. Barang bukti uang tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan suap terkait penerimaan mahasiswa baru di Unsoed.

"Barang bukti yang diamankan diantaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (21/8).

Dalam peristiwa ini, lanjut Budi, tim mengamankan empat belas orang, yakni dua belas orang di wilayah Purwokerto dan dua orang di Jakarta, pada Kamis (20/8).

Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq.

KPK menduga, terjadi dugaan suap terkait penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman

"Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan oleh Penyelenggara Negara dalam penerimaan mahasiswa baru," ungkapnya.

Dalam pemeriksaan di Purwokerto, kata Budi, sebanyak tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk permintaan keterangan lebih lanjut. KPK total mengamankan sembilan orang dalam giat tangkap tangan tersebut.

"Sehingga sampai dengan saat ini pihak-pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut dan sedang menjalani permintaan keterangan di KPK, total sejumlah sembilan orang," ucapnya.

Baca Juga: Di-OTT KPK, Rektor Unsoed Akmad Sodiq Diduga Terkait Penerimaan Suap Penerimaan Mahasiwa Baru

KPK menyayangkan terjadinya dugaan korupsi di ruang-ruang pendidikan. KPK menegaskan, ruang yang seharusnya tidak sekadar diisi dengan pembelajaran ilmu pengetahuan, tapi juga penanaman nilai dan karakter. Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan mahasiswa.

"Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," pungkasnya.

 
EDITOR: Kuswandi