JawaPos.com - Penyanderaan 9 orang warga sipil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua ditangani oleh Polda Papua Tengah. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz juga melakukan penguatan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.
”Kapolres Mimika sudah menyiapkan tim olah TKP dan tim penyidik untuk lakukan langkah-langkah ke arah situ, kendalanya penerbangan ke Jila masih terkendala,” kata Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini pada Kamis (20/8).
Laporan yang diterima oleh pihak kepolisian menyebutkan bahwa 9 orang perempuan yang disandera masing-masing bernama Nemerina Wamanf (17) yang dilaporkan sedang hamil muda, Alin Mesawarol (pelajar kelas VI SD), Nopi Aim (pelajar kelas IV SD), Opinte Mesawaro (pelajar kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
Baca Juga: Polemik Penyitaan Emas 74 Kg Febrie Adriansyah, Ahli: TPPU Harus Didahului Penyidikan Pidana Asal
Bukan hanya Polda Papua Tengah dan Polres Mimika, Satgas Operasi Damai Cartenz sudah memperkuat pengamanan di Distrik Jila. Langkah itu diambil setelah muncul dugaan penyanderaan terhadap 9 warga sipil oleh kelompok bersenjata di daerah tersebut.
Personel tambahan dikirim oleh Satgas Operasi Damai Cartebz ke wilayah tersebut. Langkah itu dilakukan untuk membantu pengamanan sekaligus menindaklanjuti informasi terkait keberadaan 9 warga yang diduga masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.
”Kami hari ini kirim anggota ke Distrik Jila,” ucap Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani.
Namun demikian, jenderal bintang dua Polri itu membeberkan jumlah personel yang dikirim ke lokasi tersebut. Demikian pula detail operasi yang akan dilaksanakan di lapangan. Sejauh ini, aparat masih berusaha menyelidiki kelompok yang diduga terlibat dalam penyanderaan tersebut.
Baca Juga: Urutan 12 Zodiak Paling Beruntung Besok, Jumat 21 Agustus 2026: Cek, Zodiakmu Ada di Nomor Berapa?
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menyebut, KKB yang menyandera 9 orang perempuan diperkirakan berjumlah 15 orang. Polisi menyatakan, kelompok itu masih sama dengan dalang di balik penyerangan Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia di Jila pada 17 Agustus 2026.
”Kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” kata dia.