JawaPos.com - Sejumlah titik di Kota Bandung dan sekitarnya dipetakan sebagai lokasi yang rawan aksi begal, terutama pada dini hari. Pengendara, khususnya yang berkendara seorang diri diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan-kawasan tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku tengah mempercepat program perbaikan penerangan jalan umum (PJU) mulai triwulan ketiga hingga triwulan keempat 2026 sebagai upaya mengatasi begal.
Program tersebut disiapkan sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai banyaknya ruas jalan yang gelap dan dianggap berpotensi memicu tindak kriminal. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Jalan Soekarno-Hatta, yang juga masuk dalam daftar wilayah rawan.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung tengah menyusun ulang anggaran agar pengadaan dan pemasangan lampu jalan dapat segera direalisasikan.
"Kalau soal jalan yang gelap, saya akui kita memang sedang mengolah anggaran sedemikian rupa agar bisa segera terang benderang kembali. Karena itu saya belum berani mengumumkan program khusus sampai pengadaannya benar-benar siap berjalan," ujar Farhan, Selasa (21/7).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program akan dimulai pada triwulan ketiga dan keempat 2026 setelah proses penganggaran selesai.
"Saya susun ulang. Pelaksanaannya baru dimulai pada triwulan ketiga dan keempat tahun ini. Tahun ini harus berjalan," tuturnya.
Pemkot Bandung juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat karena sebagian ruas jalan berada di bawah kewenangan yang berbeda.
"Kita sedang berbagi tugas. Mana lampu yang ditangani pemerintah pusat, mana yang ditangani provinsi, dan mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Memang ada proses negosiasi administrasi sehingga membutuhkan waktu," katanya.
Farhan menargetkan seluruh lampu penerangan di Jalan Soekarno-Hatta dapat berfungsi pada triwulan keempat 2026. Menurutnya, kawasan tersebut bersama flyover dan Kiaracondong merupakan titik yang kerap dikeluhkan masyarakat karena rawan kejahatan.
"Saya juga setiap malam sangat khawatir terutama di Jalan Soekarno-Hatta, termasuk kawasan flyover dan sekitarnya. Itu salah satu titik yang rawan. Demikian juga kawasan Kiaracondong. Bahkan saya sendiri pernah ikut mengamankan kelompok pelaku begal di wilayah tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan peta zona kewaspadaan yang dibagikan komunitas Tekad Bara, terdapat sejumlah wilayah di Bandung dan sekitarnya yang dikategorikan sebagai lokasi rawan begal.
Untuk zona merah (sangat rawan) meliputi Flyover Kopo, Babakan Ciparay, BKR-Regol, Binong-Kiaracondong, dan Cikawao.
Baca Juga: Polda Riau Ringkus Pelaku Begal hingga Curanmor, 15 Kendaraan Hasil Kejahatan Diamankan
Kemudian zona oranye (rawan) mencakup Rancamanyar-Baleendah, Jalan Soekarno-Hatta, Gedebage, Cibiru, dan Ujungberung.
Sedangkan zona kuning (waspada) meliputi Dago Atas, Ciumbuleuit, Buah Batu, Arcamanik, dan Sarijadi.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan pada pukul 00.00–04.00 WIB karena pada jam tersebut pelaku kejahatan disebut lebih sering menyasar pengendara yang melintas seorang diri.