← Beranda
Sarjana Backpacker Ungkap Momen Hilangnya Warga Asal Madiun di Korea Selatan
Abdul RahmanKamis, 16 Juli 2026 | 22.37 WIB
Kawasan pusat perbelanjaan Myeongdong di Seoul, Korea Selatan. (Radar Madiun)

 

JawaPos.com - Kasus hilangnya seorang peserta tur asal Kabupaten Madiun berinisial FYA saat mengikuti perjalanan wisata ke Korea Selatan menjadi sorotan publik. Biro perjalanan Sarjana Backpacker mengungkapkan kronologi dan momen ketika FYA diduga sengaja kabur memisahkan diri dari rombongan dan hingga kini dia belum diketahui keberadaannya.

Dilansir dari Radar Madiun, Sarjana Backpacker menjelaskan bahwa sejak awal perjalanan tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari FYA bakal kabur atau menghilang di Korea Selatan. Selama mengikuti paket wisata, pemuda asal Wungu, Kabupaten Madiun, itu dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan selalu mengikuti seluruh agenda yang telah dijadwalkan.

Menurut pihak travel, FYA bahkan menempati satu kamar hotel yang sama dengan Tour Leader. Selama beberapa hari perjalanan, ia ikut makan bersama, berjalan-jalan bersama peserta lain, dan beberapa kali diajak berbincang untuk memastikan tidak mengalami kendala selama berada di Korea.

"Yang paling membuat kami terpukul tidak ada tanda-tanda sama sekali. Beliau pendiam. Tour Leader satu kamar dengannya. Diajak ngobrol. Diajak makan. Diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan. Semuanya terlihat normal," tulisnya di akun media sosial @sarjanabackerpacker.

Baca Juga: Vicky Prasetyo dan Fangfang Tak Pernah Tinggal Serumah, Selalu Ketemu di Tengah

Situasi berubah ketika rombongan berada di kawasan pusat perbelanjaan Myeongdong, Seoul. Saat itu FYA berpamitan kepada Tour Leader dengan alasan ingin melihat-lihat produk sepatu yang ada di sekitar lokasi.

"Sampai malam itu beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong lalu menghilang tidak pernah kembali ke hotel. Tidak pernah menjawab telepon. Tidak pernah membalas WhatsApp. Tidak pernah memberi kabar. Seolah-olah semuanya sudah direncanakan selama berhari-hari," lanjutnya.

Setelah FYA tidak kembali ke hotel, pihak Tour Leader langsung melakukan berbagai upaya pencarian. Mereka berulang kali menghubungi nomor telepon FYA, mengirim pesan via WhatsApp, hingga menyisir lokasi terakhir tempat yang bersangkutan berada. Namu sayangnya, FYA tidak ditemukan jejaknya sama sekali.

"Tour Leader mencari. Menghubungi berkali-kali. Menyisir lokasi terakhir, melapor ke pihak berwenang di Korea. Tetapi hasilnya nihil," ungkap pihak travel.

Sarjana Backpacker juga menyebut, peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada hilangnya satu peserta, tetapi juga menimbulkan konsekuensi yang serius bagi biro perjalanan. Mereka harus memberikan penjelasan kepada vendor, mempertanggungjawabkan kejadian tersebut kepada pihak terkait di Korea Selatan, hingga terancam menghadapi potensi sanksi atau denda.

"Yang paling menyakitkan, orang yang pergi mungkin bisa mencari kehidupan baru. Tapi yang ditinggalkan adalah masalah besar yang harus kami tanggung. Kami yang harus menjelaskan ke vendor. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea. Kami yang harus menghadapi risiko denda. Dan peserta lain yang sama sekali tidak tahu apa-apa ikut terkena dampaknya," tulisnya.

Baca Juga: Akankah Denny Sumargo Undang Sarwendah dan Ruben Onsu ke Podcast Agar Permasalahan Cepat Berakhir?

Sarjana Backpacker akhirnya memutuskan untuk mempublikasikan foto FYA lengkap dengan kronologi kejadian kaburnya di Korea Selatan melalui unggahan media sosial dengan alasan kuat. Mereka menegaskan langkah tersebut bukan untuk tujuan mempermalukan atau menghakimi FYA, melainkan sebagai upaya agar yang bersangkutan dapat bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.

"Karena itu dengan sangat terpaksa kami mempublikasikan ini. Bukan untuk mempermalukan. Bukan untuk menghakimi. Tapi karena kami ingin beliau bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil. Kalau ada yang mengenal beliau," katanya

EDITOR: Abdul Rahman