← Beranda
Bukan Ditembak OTK, Ini Penyebab Asli Kaca Gedung Badan Gizi Nasional Pecah Kata Polisi
Ryandi ZahdomoKamis, 9 Juli 2026 | 22.51 WIB
ILUSTRASI: Massa yang tergabung dalam Aliansi MBG Watch menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Insiden pecahnya kaca jendela di area depan Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (9/7) siang sempat memicu informasi simpang siur di media sosial. Pihak kepolisian langsung memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan narasi keliru yang beredar di tengah masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung, menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni disebabkan oleh faktor alam, yakni tingginya suhu udara di luar ruangan. Bukan disebabkan adanya penembakkan oleh orang tak dikenal (OTK).

"Terkait pecahan kaca di gedung BGN, pecahan kaca diduga karena kondisi suhu di luar yang panas," ujar Reynold, Kamis (9/7).

Baca Juga: Kejari Jakarta Barat Pulihkan 100 Persen Kerugian Negara dalam Korupsi Pembebasan Lahan Kali Pesanggrahan Senilai Rp 5 Miliar

Fenomena Pemuaian Akibat Perbedaan Suhu Ekstrem

Berdasarkan hasil analisis awal di lapangan, Reynold menjelaskan terdapat perbedaan suhu yang sangat kontras antara area luar dan dalam gedung. Kontras suhu inilah yang memicu tekanan fisik pada material kaca hingga akhirnya retak dan pecah.

Di satu sisi, bagian luar gedung terpapar langsung oleh terik matahari yang menyengat. Sementara di sisi lain, bagian dalam ruangan menggunakan pendingin udara (AC) dengan intensitas tinggi.

"Jadi di luar panas dan di dalam dengan menggunakan AC, sehingga (kaca) memuai yang mengakibatkan kaca pecah," tutur Reynold menjelaskan fenomena fisik tersebut.

Pengelola Gedung Sebut Kejadian Berulang

Baca Juga: Alwi Farhan Bidik Gelar Super 750 Perdana di Japan Open 2026, Langsung Tantang Kenta Nishimoto

Pihak kepolisian juga telah menggali informasi dari pihak internal yang bertanggung jawab atas pemeliharaan fasilitas. Berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap pengelola gedung, insiden seperti ini rupanya bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut.

Faktor cuaca ekstrem selama musim kemarau di Jakarta dinilai menjadi pemicu utama kerentanan kaca depan gedung.

"Disampaikan pihak pengelola gedung atas nama Martin, bahwasannya dalam satu tahun bisa satu sampai dua kali kaca gedung pecah saat musim panas atau kemarau," kata Reynold menambahkan.

Polisi Bantah Tegas Narasi Penembakan

Sebelumnya, lini masa media sosial sempat diramaikan oleh kabar burung yang menyebut kantor BGN di Jalan Kebon Sirih tersebut menjadi sasaran penembakan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK). Narasi itu mengklaim bahwa tembakan diarahkan ke lantai dua hingga menyebabkan kerusakan.

Baca Juga: Mulai dari de’Clan Cafe, Penyidik Polri Amankan Barang Bukti Lebih Setengah Triliun dalam Penggeledahan Kasus Korupsi dan TPPU

Merespons rumor tersebut, Kanit Reskrim Polsek Menteng, AKP Valerij, langsung mengeluarkan bantahan tegas demi meredam keresahan publik.

"Tidak ada, cuma kejadian kaca pecah saja. Dugaan sementara mungkin karena cuaca panas," ucap Valerij saat dikonfirmasi.

Meski dugaan kuat mengarah pada faktor cuaca, aparat kepolisian tetap menjalankan prosedur investigasi secara profesional. Petugas telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat masih mendalami seluruh petunjuk di lapangan. Proses penyelidikan juga melibatkan pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area gedung serta pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

EDITOR: Bintang Pradewo