← Beranda
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Ryandi ZahdomoKamis, 9 Juli 2026 | 04.45 WIB
Petugas membawa sejumlah koper berisi uang Rp60 miliar dan sejumlah dokumen yang disita dari de’Clan Cafe Jaksel, Rabu (8/7). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tim gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menyita uang tunai senilai hampir Rp60 miliar dalam penggeledahan di de’Clan Signature Cafe, Jakarta Selatan, Rabu (8/7) malam.

Penyitaan ini merupakan bagian dari penyidikan tiga kasus korupsi yang menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Pantauan JawaPos.com, pengeluaran barang bukti dilakukan sejak pukul 20.00 WIB. Barang bukti itu diangkut ke dalam dua mobil dan satu kendaraan taktis (Rantis) Brimob.

Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto, mengonfirmasi bahwa tumpukan uang tersebut ditemukan dalam berbagai mata uang asing dan rupiah. Jika di total dalam rupiah, uang yang disita mencapai Rp60 miliar.

"Untuk uang yang kita sita SGD 3.130.000 dalam bentuk pecahan 100 SGD. Kemudian ada USD 889.965, serta uang tunai Rupiah Rp259.159.000. Jika dikonversi ke Rupiah, nilainya mencapai hampir 60 miliar," ujar Irjen Pol. Totok Suharyanto di lokasi, Rabu (8/7).

Uang Rp7,2 miliar Disita dari Money Changer

Selain uang tunai senilai Rp60 miliar di de'Clan Cafe, petugas juga menggeledah sebuah money changer. Di lokasi ini, tim penyidik mengamankan sedikitnya 71 item barang bukti serta 16 jenis uang asing dengan nilai total berkisar Rp7,2 miliar.

"Kemudian di money changer, ada 71 item barang bukti, kemudian ada 16 uang asing, total sekitar Rp7,2 miliar," katanya.

Totok mengatakan, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mendalami barang bukti ini. Ia pun masih enggan membeberkan lebih lanjut terkait kasus dugaan korupsi yang tengah ditanganinya.

"Kemudian proses penyidikan akan kita lanjutkan untuk pendalaman lebih lanjut," katanya.

Selain dokumen penting dan gawai, polisi juga mengamankan tiga orang saksi dari lokasi penggeledahan. "Ada tiga. Pegawai saja, orang yang ada di lokasi," tambah Irjen Pol. Totok Suharyanto menyambung keterangan terkait operasional penggeledahan.

Temuan Brankas Rahasia di Cafe

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa proses penemuan barang bukti di kafe tersebut terbilang dramatis. Berdasarkan video yang beredar, uang-uang tersebut disimpan secara terselubung di dalam sebuah brankas rahasia.

"Memang itu terselubung di balik satu lemari (di lantai 2). Ada brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis," ungkap Kombes Budi Hermanto.

Penggeledahan serempak ini dilakukan bukan tanpa alasan. Kombes Budi membeberkan bahwa operasi berskala besar ini berkaitan langsung dengan pengusutan tiga kasus.

Yakni kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) blackout batubara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel. Penyidik Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri bekerja sama menangani kasus tersebut.

Secara keseluruhan, ada 8 titik lokasi yang digeledah oleh tim gabungan secara simultan. Untuk menjamin kelancaran jalannya penyidikan di lapangan, pihak kepolisian juga turut menyiagakan personel Brimob bersenjata lengkap.

"Untuk penggunaan kekuatan personel, itu sebagai antisipasi dan itu merupakan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP)," tegas Budi Hermanto. Pihaknya memastikan akan mengusut tuntas seluruh rangkaian kasus ini sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra