syah
JawaPos.com - Kehamilan perempuan berinisial F di Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) memicu tanda tanya. Sebab, pihak keluarga yakin F hamil tanpa berhubungan badan dengan siapa pun. Sehingga bayinya lahir tanpa ayah. Tak ingin mencari tahu lebih jauh, pihak keluarga yakin kehamilan F sudah takdir Allah.
Dikutip dari pemberitaan metropekalongan.com (Jawa Pos Group), ayah F yang bernama Slamet sudah enggan berkomentar banyak. Dia tegas menyatakan bahwa putrinya memang hamil tanpa pasangan. Dia tidak peduli dengan kabar yang bikin heboh masyarakat.
”Kami sudah meyakini memang begitu kejadiannya. Kami sudah meyakini dan menganggap ini takdir Allah. Biar orang tidak percaya,” ujarnya.
Slamet mengaku, dia juga sempat heran dan bingung. Namun, fakta yang mereka yakini demikian. Bahkan, dia membenarkan kabar yang menyebutkan bahwa perut F hanya tampak membesar seperti perempuan hamil pada waktu tertentu saja. Tidak seperti kehamilan pada umumnya.
”Kami pun heran dan bingung, tapi mau bagaimana? Saya perlu menjelaskan bagaimana lagi?” ujarnya.
Kepada keluarganya, F mengaku 'mimpi-mimpi ' yang dialami sebelum hamil dan melahirkan terjadi saat perempuan muda tersebut masih mondok di pondok pesantren (ponpes). Sesuai keterangan polisi, F adalah salah seorang santri yang diasuh oleh AHF, kiai yang baru saja ditangkap oleh Polres Pekalongan Kota.
Menurut Slamet, F mondok di ponpes tersebut selama 7 tahun. Dia menjadi santriwati di ponpes tersebut sejak lulus MTs. Pihak keluarga tidak pernah merasa curiga karena sering menemui F setiap masa sambang pondok. Dia pun yakin ponpes tersebut sangat ketat. Lokasi santri laki-laki dan perempuan terpisah.
”Kami pun pernah mendesak, F berpacaran sama siapa, berhubungan badan dengan siapa, ya dia menjawab tidak berpacaran apalagi melakukan hal begitu di luar nikah,” bebernya.
Karena itu, Slamet dan keluarga sudah sepakat tidak lagi menanggapi isu yang beredar di luar. Keluarganya juga tidak akan mengambil tindakan penyelidikan dan menempuh jalur hukum untuk mencari tahu ayah dari cucu mereka. Apalagi, saat ini anak tersebut sudah diadopsi secara legal.
”Bayinya ganteng. Ya, ada rasa sedikit menyesal harus kami serahkan ke pengadopsi, siapa tahu nanti dia jadi orang besar atau wali. Tapi kalau tetap di sini, ya tahu sendiri bagaimana lah. Nanti anak saya jadi di-bully terus,” ujarnya.