← Beranda
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Mata Ditutup 6 Bulan Akibat Air Keras, RSCM Jelaskan Kabar Baik
Ryandi ZahdomoKamis, 9 April 2026 | 16.24 WIB
Rekaman CCTV yang menampilkan gerak-gerik eksekutor penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

JawaPos.com – Kondisi kesehatan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (AY), yang menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum prajurit TNI, belum juga pulih sepenuhnya. Meski kondisi fisiknya stabil, tim medis RSCM terpaksa mengambil tindakan medis serius pada bagian penglihatan korban.

Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara mengungkapkan, proses pemulihan luka bakar Andrie berjalan secara bertahap melalui tindakan tandur atau cangkok kulit. Namun, perhatian utama tertuju pada kondisi mata korban yang mengalami kerusakan serius akibat cairan kimia.

Untuk menyelamatkan struktur penglihatan Andrie, tim dokter spesialis oftalmologi memutuskan untuk melakukan prosedur penutupan bola mata sementara. Prosedur ini bertujuan untuk melindungi area sensitif tersebut dari infeksi dan kerusakan lebih lanjut.

Baca Juga: Menhaj RI Perkuat Layanan Haji 2026 Lewat Digitalisasi, Transparansi, dan Pengawasan Ketat

"Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata untuk melindungi struktur bola mata dan mempercepat proses penyembuhan," jelas Yoga Nara, Kamis (9/4).

Yoga menambahkan, langkah medis ini tidak bersifat permanen, namun memerlukan waktu yang cukup lama dalam pemantauannya.

"Rencana penutupan mata ini akan dilakukan selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan, dengan evaluasi berkala menggunakan USG mata untuk memantau perkembangan secara menyeluruh," tambahnya.

Kabar baiknya, hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa dinding bagian belakang bola mata Andrie masih dalam kondisi utuh.

Operasi Lanjutan dan Pemulihan Psikologis

Selain fokus pada mata, pada Selada (7/4), Andrie Yunus kembali naik ke meja operasi. Tim bedah plastik melakukan pembersihan sisa jaringan kulit mati di area leher belakang sekaligus melakukan cangkok kulit lanjutan.

Secara mental, Andrie disebut menunjukkan keteguhan yang luar biasa. Pihak RSCM menyatakan bahwa pasien bersikap kooperatif dan memiliki optimisme yang realistis terhadap kesembuhannya. Tim psikolog terus mendampingi Andrie dan keluarga untuk memastikan pemulihan berjalan secara komprehensif.

Update Kasus: 4 Oknum TNI Diseret ke Oditurat Militer

Di sisi lain, keadilan bagi Andrie Yunus mulai bergulir di ranah hukum. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI secara resmi telah melimpahkan empat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES ke Oditurat Militer II-07 Jakarta.

Keempat tersangka yang berasal dari matra TNI AL dan TNI AU ini diduga kuat terlibat dalam aksi penganiayaan di Jalan Salemba I-Talang pada Maret lalu.

Meski empat orang telah diproses, pihak kuasa hukum korban dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) tetap mendorong pengusutan tuntas. Mereka menduga ada belasan pelaku lain yang terlibat dan melaporkan kasus ini sebagai dugaan pembunuhan berencana ke Bareskrim Polri.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah