← Beranda
Sudah 1 Tahun Berlalu, Apa Kabar Kasus Pemerasan Firli Bahuri ke Eks Mentan SYL?
Sabik Aji TaufanRabu, 14 Agustus 2024 | 15.21 WIB
Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri usai menjalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (27/12/2023).(DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
JawaPos.com - Kasus dugaan pemerasan kepada eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo oleh ek Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sudah berjalan satu tahun di Polda Metro Jaya. Meski Firli telah ditetapkan sebagai tersangka, namun kasus ini seperti jalan di tempat.
 
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memastikan kasus masih terus berjalan. Penyidik berkomitmen menuntaskan kasus ini.
 
“Ini kami pastikan bahwa penyidikan perkara aquo (tersebut) masih terus berjalan. Kami pastikan berjalan profesional, transparan dan akuntabel,” kata Ade, Rabu (14/8).
 
Baca Juga: 4 Shio yang Sangat Sulit Dipermainkan dan Dibohongi: Sosoknya Jeli dan Tajam dalam Menilai Karakter dan Niat Orang Lain
 
Ade mengatakan, penyidik memiliki empat alat bukti dalam perkara ini. Hal ini dianggap sudah cukup untuk menjerat Firli sebagai tersangka.
 
“Ini bukan hanya dua alat bukti yang kami dapatkan dari fakta penyidikan dan juga didukung oleh kecukupan alat bukti. Dan kemudian hasil gelar perkara bukan hanya 2 alat bukti tapi 4 alat bukti yang sudah dikantongi oleh tim penyidik,” jelasnya.
 
Diketahui, Polda Metro Jaya resmi menaikan status Firli Bahuri sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan kepada eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Penetapan ini dilakukan usai gelar perkara.
 
Baca Juga: 4 Tips Membangun Keintiman Emosional dalam Pernikahan, Salah Satunya Jujur dengan Perasaan Diri Sendiri
 
"Menetapkan Saudara FB selaku Ketua KPK RI sebagai tersangka," kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).
 
Penetapan tersangka juga berdasarkan hasil pemeriksaan 91 saksi. Dilengkapi dengan penggeledahan di dua lokasi, yakni rumah Jalan Kertanegara Nomor 46, Jakarta Selatan, dan rumah Gardenia Villa Galaxy, Bekasi Selatan.
 
Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa data elektronik dan bahan elektronik. Kemudian dokumen penukaran vallas dalam pecahan SGD dan USD dari beberapa outlet money changer dengan nilai total Rp 7,4 miliar sejak bulan Februari 2021 sampai September 2023. 
 
Baca Juga: Orang dengan 4 Tanggal Lahir Ini Bakal Jadi Sosok Miliarder di Masa Depan: Bersiaplah Meraih Posisi Konglomerat Menurut Primbon Jawa
 
Penyitaan juga dilakukan terhadap salinan berita acara penggeledahan, penyitaan, penitipan barang bukti pada rumah dinas Mentan yang didalamnya berisi lembar disposisi pimpinan KPK. Dilakukan penyitaan terhadap pakaian, sepatu, maupun pin yang digunakan oleh SYL saat pertemuan di Gor bersama Firli pada Maret 2022.
 
Barang bukti lainnya yakni satu eksternal hardisk dari penyerahan KPK RI. Hardisk ini berisi ekstraksi data dari barang bukti elektronik yang telah dilakukan penyitaan KPK, dilakukan juga penyitaan LHKPN atas nama Firli pada periode 2019 sampai 2022.
 
Baca Juga: 8 Tanda Alam Semesta Ini Bakal Tunjukkan Anda Akan Mendapatkan Rezeki Nomplok dalam Waktu Dekat Menurut Primbon Jawa
 
Barang bukti selanjutnya 21 unit handphone, 17 akun email, 4 flashdisk, 2 mobil, 3 kartu uang elektronik, 1 buah kunci atau remote keyless mobil, 1 dompet coklat, 1 anak kunci gembok dan gantungan kunci kuning berlogo KPK, serta beberapa surat atau dokumen lainnya.
 
Firli dijerat Pasal 12 e atau Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Junto Pasal 65 KUHP.
EDITOR: Banu Adikara