← Beranda
Polisi Pastikan Tak Ada Bercak Darah dan DNA Lain di Lokask Tewasnya Anak Pamen TNI AU
Sabik Aji TaufanRabu, 4 Oktober 2023 | 15.21 WIB
Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN
JawaPos.com - Pusat Laboratorium Forensik Polri memastikan tidak ada bercak darah lain di lokasi tewasnya anak perwira menengah TNI AU berinisial CHR, 16. Seluruh bercak darah yang ada setelah diperiksa semuanya milik korban.
 
"Hasil dari pemeriksaan kimia biologi forensik Puslabfor Bareskrim Polri, yaang pertama, tidak ada bercak darah lain di TKP (tempat kejadian perkara) selain bercak darah korban," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Leonardus Harapantua Simarmata kepada wartawan, Rabu (4/9).
 
Selain itu, tidak ditemukan jejak DNA lain selain milik CHR. Hal itu dipastikan pula berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Puslabfor Polri. 
 
Baca Juga: Karena Menyentuh Lengan Petugas Keamanan Bandara, Mahasiswa asal Amerika Serikat ini di Penjara
 
Ditemukan pula adanya bahan bakar bensin di lokasi. Kata dia, tidak ditemukan alat bakar lain selain dari pada bensin.
 
"Yang kedua, tidak ditemukan DNA lain selain milik korban di TKP. Ini hasil yang kedua," ujarnya lagi.
 
Sebelumnya, jenazah seorang pemuda ditemukan dalam kondisi terbakar di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Korban diduga anak dari seorang perwira menengah (pamen) TNI AU.
 
Baca Juga: Tawarkan Sensasi Surga Ramah Lingkungan di Pulau Dewata
 
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama Adrian P Damanik membenarkan penemuan ini. Penemuan ini masih dalam proses penyelidikan.
 
"Iya-iya benar, masih dalam proses penyelidikan," kata Ardian saat dihubungi, Senin (25/9).
 
Baca Juga: Yamaha Rilis Warna Baru Jupiter Z1, Diklaim Makin Sporty dan Modern
 
Sementara, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama R Agung Sasongkojati juga belum menerima laporan lengkap. Saat ini kasus tersebut ditangani oleh pihak kepolisian, karena korban bukan anggota TNI.
 
"Saya belum dapat informasi detail tentang hal itu. (Ditangani) Kepolisian, karena (korban) bukan anggota militer," ujar Agung.
EDITOR: Banu Adikara