JawaPos.com - Keresahan melanda para pengguna jalan yang sering melintasi area Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Komplotan pria yang bertindak sebagai juru parkir liar atau 'Pak Ogah' dilaporkan menguasai kawasan tersebut hingga nekat meminta uang secara paksa kepada para pengendara.
Aksi sekelompok pria ini menjadi viral usai video rekaman momen tersebut diunggah oleh akun Instagram @warga.jakbar.
Dalam tayangan yang beredar, tampak sekitar tujuh orang berkumpul dan berdiri di badan jalan seolah-olah sedang mengatur arus lalu lintas di akses keluar jalan tol.
Petugas Satpol PP Kecamatan Cengkareng, Hariyadi, mengatakan, aksi ini diketahui terjadi pada Jumat (16/10) siang. Mereka disinyalir memanfaatkan momentum celah pengawasan saat petugas atau warga sekitar sedang menunaikan ibadah sholat Jumat.
"Nah itu kejadiannya pas Jumat siang, jadi pas lagi pada solat Jumat," ujar Hariyadi.
Ia menambahkan, pihak Satpol PP langsung bergerak menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat pada Minggu (18/10) pagi.
Kendati demikian, para pelaku sudah tidak berada di tempat saat petugas tiba di titik rawan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.
"Tadi pagi informasinya ada. Saya ke sini sampai jam 10 mereka udah enggak ada," jelas Hariyadi.
Ulah komplotan Pak Ogah di lokasi ini tidak sekadar mengatur lalu lintas secara ilegal, tetapi juga dinilai sudah mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara. Hariyadi mengonfirmasi adanya aduan masyarakat terkait tindakan pemaksaan saat meminta uang.
"Pernah ada kejadian (warga melapor pak ogah minta uang). Tapi enggak semuanya," tutur Hariyadi merujuk pada beberapa oknum Pak Ogah yang bertindak intimidatif.
Marak Beraksi pada Jam-Jam Sibuk
Keberadaan para Pak Ogah di persimpangan Exit Tol Rawa Buaya ini sebenarnya bukanlah hal baru. Menurut penuturan seorang warga setempat, Sadam, 27, aktivitas ilegal tersebut sudah berlangsung cukup lama dan rutin berulang.
"Kalau Pak Ogah memang udah lama di situ. Biasanya ada pagi sama sore," kata Sadam.
Ia mengungkapkan, target utama kelompok tersebut adalah kendaraan roda empat maupun roda dua yang baru keluar dari jalur jalan tol.
Komplotan tersebut sengaja berkumpul untuk menghentikan laju kendaraan dan meminta imbalan.
"Nah biasanya yang dicegatin yang pada keluar dari tol, jadi mereka (Pak Ogah) pada ngumpul di situ," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi kembalinya para pelaku penertiban liar tersebut, petugas Satpol PP mulai disiagakan di pos penjagaan sekitar lokasi.