← Beranda
BI DKI Fasilitasi 22 UMKM di ISEF 2026
Antara• Minggu, 18 Oktober 2026 | 00.25 WIB
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta memfasilitasi partisipasi 22 UMKM Jakarta dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta memfasilitasi partisipasi 22 UMKM Jakarta dari sektor fesyen, kriya, dan makanan halal, dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

ISEF 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

”Memfasilitasi dengan mengedepankan kualitas, inovasi, dan nilai tambah produk lokal,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan dilansir dari Antara di Jakarta, Sabtu (17/10).

Baca Juga: LPOI: Historiografi Islam Nusantara Perkuat Posisi Indonesia

Dia menyampaikan, dari 22 UMKM yang difasilitasi, 17 UMKM merupakan peserta program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia.

Mereka bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan daya saing pelaku usaha dalam ekosistem industri halal baik pada segmen business to consumer (B2C) maupun segmen business to business (B2B).

Pada segmen B2C, keikutsertaan UMKM menjadi sarana untuk menjangkau konsumen secara langsung dan memperluas pengenalan produk.

Baca Juga: Kolaborasi DPN - Pagar Nusa Buka Peluang Kader Berprestasi Menuju Sumpah Advokat

”Segmen B2B membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring bisnis dan menjajaki kerja sama dengan calon pembeli maupun mitra distribusi,” terang Iwan.

Salah satu capaian strategis diwujudkan melalui business matching dengan pembeli internasional, Ben Helen Trading dari Belanda.

Dalam penjajakan tersebut, CV Boga Rinset Indonesia (Cuan-Q) mencatat potensi kesepakatan bisnis senilai Rp 1,3 miliar, sedangkan PT Sejiwa Kreasi Bersama (Tepa Selira) sebesar Rp 3,1 miliar untuk periode satu tahun ke depan.

” Capaian ini memperkuat peran ISEF sebagai platform promosi sekaligus fasilitasi perluasan akses pasar dan kemitraan internasional bagi UMKM Jakarta,” terang Iwan.

Iwan mengatakan, partisipasi UMKM Jakarta dalam ISEF 2026 mencerminkan kesinambungan upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan kapasitas usaha melalui penguatan kualitas produk, inovasi, dan kesiapan memasuki pasar yang lebih kompetitif.

”Melalui program IKRA dan fasilitasi pengembangan UMKM lainnya, KPwBI Provinsi DKI Jakarta mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk, mengembangkan jejaring pemasaran, serta mengoptimalkan potensi bisnis dalam rantai nilai industri halal,” ujar Iwan.

Baca Juga: Kemenhaj Dorong Penguatan Peran BPKH Kelola Dana Haji

Pendekatan ini, sambung dia, diharapkan mampu memperkuat posisi produk lokal dan meningkatkan kesiapan UMKM untuk menjangkau pasar domestik maupun internasional.

Ke depan, KPwBI Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui pembinaan berkelanjutan dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Baca Juga: Penggunaan AI di Kampus Meningkat, Universitas Terbuka Keluarkan Panduan untuk Mahasiswa

ISEF tahun ini mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.

Hal ini menjadi momentum penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan industri halal, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong perluasan akses pasar.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah