← Beranda
Sumur dan Sawah Mulai Mengering, Pemkab Bogor Gelar Salat Istisqa Bersama Warga
Ryandi Zahdomo• Jumat, 18 September 2026 | 22.42 WIB
Warga bersama jajaran Pemkab Bogor melaksanakan Salat Istisqo di Alun-alun Kabupaten Bogor, Cibinong Jumat 18 September 2026. (Hendi Novian / Radar Bogor)

JawaPos.com - Pemkab Bogor menggelar Salat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman, Cibinong, pada Jumat (18/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Langkah ini menjadi ikhtiar untuk memohon hujan di tengah krisis kemarau panjang yang kian meluas dan mengancam pasokan air baku hingga ke wilayah tetangga.

Ibadah tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.

Baca Juga: Motor Susah Distarter? Jangan Panik, Cek 7 Bagian Ini Sebelum Bawa ke Bengkel

"Hari ini para kiai, ulama, tokoh masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat berkumpul bersama di Alun-Alun Tegar Beriman, kita melaksanakan salat istisqa," ujar Rudy Susmanto dikutip dari Radar Bogor (JawaPos Group), Jumat (18/9).

Dampak Kemarau Menjalar ke Sawah dan Sumur Warga

Rudy menjelaskan bahwa kemarau panjang dengan intensitas tinggi saat ini tidak hanya melanda Kabupaten Bogor, tetapi juga dirasakan oleh berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Dampak krisis air mulai terlihat jelas dari mengeringnya sumur warga, kawasan pertanian, hingga saluran air di berbagai wilayah.

Bahkan, persoalan kekeringan di Kabupaten Bogor berpotensi memicu dampak berantai bagi daerah penyangga Metropolitan, mengingat sejumlah sumber air baku untuk kebutuhan air minum warga Bekasi dan Jakarta berasal dari kawasan ini.

"Sumur-sumur mulai kering, lahan-lahan pertanian, saluran juga mulai kering. Bahkan, beberapa sumber air baku untuk air minum di wilayah Bekasi, Jakarta juga bersumber di Kabupaten Bogor," ungkap Rudy.

Ikhtiar Spiritual Setelah Penanganan Fisik dan Hujan Buatan

Sebelum menggelar Salat Istisqa, Pemkab Bogor dan instansi terkait sejatinya telah melakukan berbagai langkah teknis di lapangan untuk menanggulangi dampak kekeringan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan sudah menerjunkan upaya modifikasi cuaca atau pembuatan hujan buatan. Ibadah bersama ini pun menjadi jalan ikhtiar pamungkas demi memohon keberkahan.

"Ini cara terakhir manusia setelah kita berdoa memohon kepada Allah SWT, mudah-mudahan diberikan hujan yang tentunya hujan tersebut yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor," terangnya.

Rudy berharap hujan dapat segera turun agar para petani bisa kembali mengolah lahan pertanian mereka dan kebutuhan air bersih rumah tangga warga kembali terpenuhi.

32 Kecamatan Terdampak Kekeringan, Pasokan Air Bersih Diguyur

Dampak kemarau panjang tercatat telah melanda kawasan Bogor bagian barat maupun timur. Wilayah pertanian seperti Cariu, Tanjungsari, dan Sukamakmur menjadi beberapa titik yang kini mengalami krisis air cukup parah.

"Maka kita memohon kepada Allah mudah-mudahan diberikan hujan, tapi hujan yang bermanfaat, hujan yang memberikan sesuatu hal yang positif bagi seluruh masyarakat kita," katanya.

Sebagai langkah darurat, Pemkab Bogor terus menyalurkan bantuan air bersih. Penyaluran logistik air ini telah menjangkau hampir seluruh wilayah terdampak di Kabupaten Bogor.

"Jadi kita mendistribusikan hampir di 32 Kecamatan dari 40 Kecamatan yang ada dan kami pastikan kebutuhan pasokan air bersih untuk masyarakat di wilayah yang kekeringan kami berupaya optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Rudy.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah