← Beranda
15 Tahun Terisolasi Pagar, Jalan Lematang Gambir Kembali Difungsikan untuk Warga
Ryandi ZahdomoKamis, 3 September 2026 | 22.22 WIB
Petugas membuka kembali Akses Jalan Lematang di lingkungan RW 02, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, agar dapat kembali dilalui oleh masyarakat umum, Kamis (3/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Akses Jalan Lematang di lingkungan RW 02, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, kini resmi dapat kembali dilalui oleh masyarakat umum, Kamis (3/9). 

Akses jalan yang dipagar selama 15 tahun tersebut akhirnya dibuka kembali setelah melalui proses penertiban intensif.

Pemkot Jakarta Pusat membongkar pagar pembatas sekaligus membersihkan deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) dan lokasi parkir liar yang selama ini mengokupasi badan jalan.

Langkah ini dilakukan guna mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagaimana mestinya.

Camat Gambir Muhammad Iqbal menuturkan, penutupan jalan selama belasan tahun tersebut telah mengalihfungsikan akses umum menjadi area komersial ilegal.

"Hari ini kita buka portal dan pembersihan lapak-lapak pedagang kaki lima. Sebelumnya akses jalan ini tidak dapat dilalui karena tertutup pagar," ujar Iqbal, Kamis (3/9).

Iqbal menambahkan, pihak kecamatan akan mengawasi area tersebut secara ketat agar tidak ada lagi kegiatan yang melanggar aturan. "Jalan ini akan difungsikan kembali seperti semula, jadi tidak boleh ada lagi parkir liar dan PKL yang gelar dagangan mereka di sini," tegasnya.

Kesepakatan Warga dan Rencana Penataan Kawasan

Proses pembukaan akses jalan ini tidak dilakukan secara sepihak. Lurah Cideng, Arif Lingga Pratama, menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama seluruh warga setempat.

Selain pembukaan jalan, pihak kelurahan juga berencana melakukan penataan kawasan secara menyeluruh, termasuk perbaikan saluran air dan perbaikan taman.

"Walaupun ini sudah dibuka, tetap akan ada pembatasan jam buka-tutup pagar. Tapi ini semua sudah sesuai kesepakatan bersama warga, yang intinya dari yang sebelumnya tertutup rapat, sekarang sudah bisa dilalui kendaraan," jelas Arif.

Alasan Keamanan di Balik Penutupan Sejak 2011

Ketua RW 02, Daniel, mengungkapkan latar belakang penutupan jalan yang sudah berlangsung sejak 2011 tersebut. Menurutnya, pemagaran jalan pada mulanya disepakati warga demi menekan maraknya angka kriminalitas di lingkungan mereka.

Aksi kejahatan yang pernah marak di lokasi tersebut antara lain pencurian rumah kosong, pencurian spion mobil, begal payudara, penjambretan, hingga transaksi narkoba.

Baca Juga: Sambungkan Akses Jalan, Jembatan di Aceh Terus Dibangun TNI untuk Pulihkan Mobilitas Warga

"Penutupan jalan ini sudah terjadi sejak 2011 dan itu sesuai kesepakatan warga atas dasar keamanan, ketertiban, dan kenyamanan warga," ungkap Daniel.

Meski kini pagar telah dibongkar dan jalan bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki, pengawasan lingkungan tetap menjadi prioritas. 

Area tersebut saat ini telah dilengkapi fasilitas CCTV. Evaluasi berkala juga akan dilakukan apabila potensi gangguan kejahatan kembali muncul.

 

EDITOR: Kuswandi