← Beranda
Polda Metro Jaya Tunjukkan Sketsa Wajah Terduga Pelaku Penganiayaan Bambang Setiawan
Syahrul YunizarRabu, 2 September 2026 | 21.26 WIB
Polda Metro Jaya menunjukkan potret sketsa wajah terduga pelaku penganiayaan Bambang Setiawan, warga Pejompongan yang tewas dalam kerusuhan pada 27-28 Agustus 2026. (Polda Metro Jaya)

 

JawaPos.com - Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya masih berusaha menangkap terduga pelaku penganiayaan terhadap Bambang Setiawan. Pria berusia 59 tahun itu tewas dalam kerusuhan di Kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) pada 27-28 Agustus 2026.

Dalam konferensi pers hari ini (2/9), Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menunjukkan 2 sketsa wajah terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Bambang Setiawan kehilangan nyawa. 

Menurut Iman, sketsa itu dibuat atas dasar pemeriksaan terhadap 14 orang saksi, rekaman Closed Circuit Television (CCTV), dan sejumlah rekaman video yang sudah beredar luas di media sosial (medsos) sejak kerusuhan terjadi sampai saat ini. 

”Penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisis digital. Dari proses tersebut didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” ungkap Iman di hadapan awak media.

Merujuk kedua sketsa wajah tersebut, sketsa wajah pertama menggambarkan laki-laki berusia sekitar 30 hingga 40 tahun dengan wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, dan kulit coklat.

Sementara itu, sketsa wajah kedua menggambarkan laki-laki dengan perkiraan usia 30-40 tahun, bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, serta memiliki kumis dan janggut.

”Penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” tegas Iman.

Tewasnya Bambang dalam kerusuhan pasca aksi demo di DPR pada 17 Agustus lalu menjadi sorotan banyak pihak. Lembaga-lembaga negara seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah mendorong pengusutan kasus tersebut secara tuntas.

Selain itu, lembaga pengawas eksternal Polri, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga mendorong pengusutan kasus tersebut. Hal senada turut dikemukakan oleh Amnesty International Indonesia yang concern mengawal isu-isu hak asasi manusia.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyatakan, pihaknya mengecam keras penangkapan sewenang-wenang oleh polisi dan aksi kekerasan oleh sekelompok massa yang berujung pada meninggalnya seorang korban.

Usman juga menyayangkan penganiayaan yang dialami oleh seorang siswa Madrasah Aliyah bernama Faturrohman. Menurut dia, kinerja kepolisian patut dipertanyakan. Sebab, sampai hari ini (2/9), kedua kasus tersebut belum terungkap secara jelas. 

”Mereka (polisi) masih belum mampu mengungkap pelaku penyiksaan fatal yang berujung kematian Bambang dan juga penyiksaan atas Faturrohman,” kata dia dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Amnesty International Desak Polisi Jaya Usut Tewasnya Bambang Setiawan di Kerusuhan Pejompongan

Sebagai penegak hukum, Usman menyebut, tidak ada alasan bagi Polda Metro Jaya untuk tidak melakukan identifikasi beberapa wajah terduga pelaku yang terlihat dalam video penyiksaan kedua korban tersebut. Apalagi, video itu sudah beredar luas di medsos.

”Dugaan pembiaran polisi terkait keterlibatan ormas dalam penanganan massa mengirimkan pesan bahwa negara tidak percaya pada kemampuan polisi menangani aksi demonstrasi,” sesalnya.

EDITOR: Kuswandi