JawaPos.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya akhirnya buka suara terkait temuan jenazah pria tanpa identitas di area Gardu Hubung operasional LRT Jabodebek, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/9).
Hasil pemeriksaan awal PLN mengonfirmasi adanya kerusakan fisik pada fasilitas serta penataan kabel yang tidak semestinya.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya Haris Andika menegaskan, pihaknya bergerak cepat melakukan pengecekan menyeluruh terhadap aset kelistrikan di sekitar Stasiun LRT Pancoran begitu menerima laporan kejadian.
Baca Juga: Iran Bawa Serangan AS ke PBB, Teheran Beri Sinyal Balasan yang Lebih Keras
Dari hasil pemeriksaan teknis di lapangan, tim PLN menemukan sejumlah indikasi pengrusakan pada aset penting di dalam lokasi gardu tersebut. Pintu fasilitas yang seharusnya terkunci rapat didapati dalam kondisi terbuka dan rusak.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan kondisi kerusakan pada sejumlah bagian aset PLN. Pintu Gardu Hubung yang sebelumnya dalam kondisi terkunci ditemukan dalam keadaan rusak dan terbuka," ujarnya, Selasa (1/9).
Selain itu, petugas juga menemukan kondisi kabel dan komponennya berada dalam kondisi tidak normal.
"Petugas juga menemukan sejumlah kabel dan komponen di dalam gardu dalam kondisi tidak sebagaimana mestinya," sambungnya.
Guna mengungkap penyebab pasti serta kronologi di balik insiden pengrusakan aset ini, pihak PLN telah berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian setempat untuk investigasi lebih lanjut.
Dugaan Percobaan Pencurian dan Temuan di TKP
Sebelumnya diberitakan, Polsek Pancoran mengonfirmasi penemuan jasad pria tanpa identitas yang sudah dalam keadaan membusuk pada Selasa (1/8) sekitar pukul 17.50 WIB.
Kapolsek Pancoran Kompol Suminto menjelaskan, korban diduga kuat menerobos masuk dari area lantai bawah sebelum akhirnya ditemukan membusuk di lantai dua bangunan gardu listrik bertegangan tinggi tersebut.
"Korban masuk dari bawah dengan membawa kantong plastik dengan gergaji beserta topi. Kemudian naik ke atas lantai dua di gardu tersebut. Diduga tersengat listrik tegangan tinggi," ujar Kompol Suminto.
Dugaan awal mengarah pada percobaan pencurian peralatan kelistrikan. Hal ini diperkuat dengan bukti perkakas tangan berupa gergaji besi dan kantong plastik yang ditinggalkan korban di sekitar tempat kejadian perkara.
"Kira-kira diprediksikan kabel yang mau diambil, karena alat yang dibawa adalah gergaji besi sama kantong plastik," tambah Kompol Suminto.
Kondisi Jasad dan Kepastian Layanan LRT
Terkait aroma tidak sedap yang tercium dari tubuh korban, kepolisian menduga kondisi tersebut dipicu oleh efek sengatan arus listrik ekstrem yang mengenai tubuh korban saat menyentuh komponen bertegangan tinggi.
"Kalau baunya itu, mungkin karena sengatan listrik yang tegangan tinggi. Karena kalau menurut keterangan PLN, bahwa itu kena tegangan tinggi yang ada di sini," jelas Kompol Suminto.
Saat ini jasad pria tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi dan verifikasi identitas resmi.
Meskipun proses evakuasi sempat mengharuskan pemadaman arus listrik sementara di fasilitas gardu tersebut, kepolisian memastikan bahwa operasional perjalan moda transportasi maupun layanan umum LRT secara keseluruhan tetap aman dan tidak terganggu.