← Beranda
Niat Kuras ATM Pakai Alat Las Gagal, Satu Keluarga di Cengkareng Malah Gasak Rokok Minimarket
Ryandi ZahdomoRabu, 2 September 2026 | 04.24 WIB
Ilustrasi maling. (Dok/Jawa Pos)
 

 

 

JawaPos.com - Aksi nekat satu keluarga yang mencoba membobol mesin ATM di sebuah mini market kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, gagal total hanya karena tabung oksigen las yang mereka gunakan kehabisan saat beraksi.

Para pelaku yang terdiri dari bapak tiri berinisial RH, istri atau ibu kandung, D, dan sang anak, H, urungkan niat menggasak uang tunai di dalam ATM dan beralih mencuri sejumlah rokok dari dalam minimarket.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menuturkan, ketiga pelaku sudah merencanakan aksi nekat ini secara matang dan membagi peran dengan rapi.

"Pelakunya terdiri dari bapak tiri, anak, dan ibu. Anak dan ibu ini statusnya kandung, sedangkan bapaknya adalah bapak tiri," ujar Nasriadi dalam konferensi pers, Selasa (1/9).

Gagal Bobol ATM, Target Diakhiri dengan Menggasak Rokok

Dalam aksinya, dua orang pelaku yakni RH dan H bertugas masuk ke dalam minimarket untuk merusak dan membobol mesin ATM dengan alat las. Sementara itu, sang ibu, D, bertugas mengawasi situasi di luar area minimarket.

"Pelaku H bersama RH masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar," jelas Nasriadi.

Namun, di tengah proses pengelasan, peralatan mereka mendadak kehabisan bahan oksigen. Akibatnya, mesin ATM sama sekali belum sempat terbuka maupun rusak.

Karena gagal membawa kabur uang tunai dari dalam mesin ATM, para pelaku langsung mengubah sasaran dan mengambil sejumlah barang belanjaan di lokasi.

"Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis," kata Nasriadi.

Tak ingin pulang dengan tangan hampa, mereka mengalihkan sasaran dengan menggasak sejumlah rokok yang ada di dalam minimarket tersebut.

Pakai Seragam Swalayan Buatan demi Kelabuhi CCTV

Demi melancarkan aksinya dan menyamarkan identitas, salah satu pelaku bahkan sengaja membeli dan mengenakan pakaian yang menyerupai seragam resmi karyawan mini market.

Pakaian tersebut dibeli secara online untuk mengelabui warga maupun rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.

Meski sempat berupaya rapi, polisi berhasil mengendus keberadaan mereka lewat analisis rekaman CCTV serta laporan dan informasi dari masyarakat.

Saat ini, satu pelaku berinisial RH yang menjadi otak atau aktor intelektual dibalik aksi ini masih dalam buronan dan telah ditetapkan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepolisian menduga bahwa aksi mengelas mesin ATM ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh pelaku yang kini masih buron. Keberanian menggunakan peralatan khusus serta modus yang terstruktur menjadi petunjuk kuat bagi penyidik.

"Saya dan penyidik yakin ini bukan baru pertama kali. Kalau orang sudah berani menggunakan alat canggih dan modus-modus yang luar biasa, berarti dia sudah lebih dari sekali melakukan hal tersebut," tegasnya.

Dari pengungkapan kasus ini, barang bukti yang diamankan berupa baju merah marun, baju menyerupai seragam swalayan, satu unit handphone, hingga tempat sampah.

Baca Juga: Sesalkan Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Anggota DPR RI Ingatkan Tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Adapun peralatan las yang digunakan pelaku telah dibuang ke Kali Angke dan saat ini masih dalam proses pencarian oleh petugas karena bobotnya yang cukup berat.

Pelaku dijerat dengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai pasal 477 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun penjara.

EDITOR: Kuswandi