JawaPos.com - Sebanyak 8.679 pengguna KRL turun di Stasiun Sudirman Baru/BNI City hingga Selasa (1/9) pagi, melonjak tajam 326 persen pada hari pertama pengalihan layanan dari Stasiun Karet.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menuturkan, alur pergerakan penumpang pada hari pertama peralihan ini berjalan lancar dan terkendali meski volume pengguna meningkat drastis.
"Berdasarkan data pengguna yang naik dan turun Stasiun Sudirman Baru/BNI City hingga pukul 10.00 WIB, tercatat jumlah pengguna yang turun mencapai 8.679 orang, sedangkan yang naik di angka 641 orang," jelas Karina, Selasa (1/9).
Baca Juga: Stasiun Karet Dialihkan ke BNI City, Keluhan Pengguna: Jalannya Jauh
Sebelum kebijakan pengalihan ini berlaku, jumlah pengguna yang turun di Stasiun Sudirman Baru/BNI City hanya berkisar di angka 2.036 orang.
Prediksi Lonjakan dan Kapasitas Stasiun
KAI Commuter memprediksi peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Sudirman Baru/BNI City akan terus berlanjut.
Jumlah pengguna yang naik diperkirakan bakal menyentuh angka 20.513 orang, sementara pengguna yang turun diproyeksikan mencapai 18.696 orang.
Meski ada potensi lonjakan penumpang yang besar, operasional perjalanan kereta dipastikan tetap stabil. Layanan Commuter Line Cikarang yang melintasi stasiun tersebut tidak mengalami perubahan, yakni tetap beroperasi sebanyak 264 perjalanan.
Untuk mengantisipasi peningkatan volume tersebut, fasilitas pendukung di Stasiun Sudirman Baru/BNI City telah disesuaikan agar mampu menampung kepadatan penumpang.
"Untuk kapasitas pengguna di stasiun ini dapat menampung sebanyak 2.000 orang setiap jamnya," tambah Karina.
Akses Baru dan Integrasi Fasilitas Pengguna
Bagi para pengguna Commuter Line yang sebelumnya biasa naik dan turun di Stasiun Karet, per hari ini akses dialihkan menuju Stasiun Sudirman Baru/BNI City.
Penumpang dapat memanfaatkan jalur penghubung dari selasar samping Stasiun Karet yang telah terintegrasi langsung dengan hall barat bawah Stasiun Sudirman Baru/BNI City. Area hall baru ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari gate elektronik hingga loket pelayanan.
Baca Juga: Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular', Hasut AS untuk Terus Berperang dengan Iran
Selain itu, akses mobilitas masyarakat menuju kawasan perkantoran di area Sudirman kini semakin praktis. Pintu masuk dan keluar dari arah Jalan Jenderal Sudirman telah resmi dibuka lengkap dengan fasilitas gate serta petugas loket.
Evaluasi Berkelanjutan dan Imbauan Petunjuk Layanan
Guna memastikan alur pergerakan penumpang tetap tertib, KAI Commuter menyiagakan petugas lapangan serta memperlengkap marka penunjuk arah (signage) di titik-titik krusial.
"Untuk optimalisasi layanan, KAI Commuter juga menyiapkan petugas dan fasilitas informasi dalam membantu pengguna. Terdapat petunjuk arah, petugas layanan, signage, dan pengaturan flow pengguna yang disiapkan agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik," jelas Karina.
Ia juga menegaskan agar pengguna selalu memperhatikan informasi dan arahan dari petugas di lapangan.
KAI Commuter mengonfirmasi bakal melakukan evaluasi rutin setiap hari selama proses integrasi berlangsung untuk menindaklanjuti masukan dari masyarakat.
Pengguna juga diimbau untuk turut menjaga seluruh prasarana dan fasilitas yang ada di area hall baru Stasiun Sudirman Baru/BNI City.