JawaPos.com - Kepolisian mengamankan seorang pria tak dikenal yang membawa senjata tajam jenis golok dan kunci pas ring di tengah aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8).
Pria tersebut diamankan ke dalam gedung parlemen setelah sempat menjadi sasaran amuk massa di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi saat kerumunan massa aksi menyadari keberadaan barang berbahaya yang dibawa pelaku. Ketegangan dipicu akibat barang bukti berupa senjata tajam dan kunci ring milik pria tersebut mendadak jatuh di tengah kerumunan.
Situasi langsung berubah mencekam sebelum petugas kepolisian mengambil tindakan cepat untuk mengamankan pelaku.
Kronologi Terbongkarnya Penyusup Bersenjata
Keberadaan pria bersenjata ini pertama kali disadari oleh demonstran yang berada di sekitarnya.
Pelaku diketahui membawa sebilah golok sepanjang kurang lebih 30 sentimeter dengan gagang berwarna silver yang hanya terbungkus dilapisi kardus. Selain itu, ditemukan pula satu buah kunci pas ring berukuran 24 dengan panjang serupa.
Arul, salah satu saksi di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa identitas penyusup tersebut terbongkar lantaran barang bukti yang dibawanya mendadak jatuh ke tanah di tengah riuhnya kerumunan.
"Gua enggak tahu, kan udah rame ya kan. Nah, ternyata dia BB-nya (barang bukti) jatuh tuh, kunci sama sajamnya. Kunci 24, kunci pas ring nih segini, sama golok dia bawa," ujar Arul di lokasi, Kamis (27/8).
Arul juga mempertanyakan bagaimana barang bahaya tersebut bisa lolos, mengingat penjagaan dan pemeriksaan peserta aksi di area depan cukup ketat oleh kepolisian.
"Gua aja masuk ke depan DPR diperiksain, kita-kita orang kan semua diperiksain," lanjutnya.
Pelaku Diamankan Polisi ke Dalam Gedung DPR
Akibat perbuatannya, pria tak dikenal tersebut sempat menerima amukan fisik dari massa aksi yang tersulut emosi hingga mengalami sejumlah luka-luka di bagian tubuhnya.
Beruntung, aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi langsung melerai amuk massa. Petugas segera mengamankan pelaku dan membawanya masuk ke dalam area Gedung DPR/MPR untuk menghindari amukan warga yang lebih parah.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih mendalami kasus tersebut. Identitas resmi maupun motif pasti dari pria tersebut masih belum diketahui.