← Beranda
Pasutri Ini Ikut Demo di DPR dari Bogor, Tuntut Aspirasi Demi Masa Depan Anak-Cucu
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 27 Agustus 2026 | 20.56 WIB
Sepasang suami istri (pasutri) Dodo, 57, dan Mai, 55, sengaja datang dari kawasan Gunung Putri, Bogor, untuk mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI (Tazkia Royyan/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Sepasang suami istri (pasutri) Dodo, 57, dan Mai, 55, sengaja datang dari kawasan Gunung Putri, Bogor, untuk mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI. Bagi keduanya, turun ke jalan bukan sekadar menyampaikan kritik terhadap pemerintah, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masa depan anak dan cucu mereka.

Dodo mengaku memang sering bersama istrinya mengikuti aksi demonstrasi setiap kali ada unjuk rasa yang selaras dengan aspirasinya Keduanya mengaku memiliki pandangan yang sama mengenai sejumlah persoalan yang ingin mereka suarakan.

"Karena ini saya suami istri sudah seimbang. Satu visi," kata Dodo yang dibenarkan Mai saat ditemui JawaPos.com di sela aksi yang diprakarsai warga Pati itu, Kamis (27/8).

Dodo dan Mai berangkat dari rumah di Gunung Putri sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya menggunakan kereta dan turun di Stasiun Palmerah sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan DPR.

Baca Juga: Perlawanannya Ditolak Hakim, Gus Yaqut Harapkan Keadilan dari Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji

Dodo mengaku tak mendapatkan rintangan berarti untuk ke lokasi demonstrasi. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja proyek pemasangan kusen aluminium dan kaca mengatakan, ada dua tuntutan yang menjadi perhatiannya dalam aksi tersebut.

"Saya persis dengan yang ada tulisan di sana. Perampasan aset sama hukuman mati buat koruptor. Dua itu saja," tegasnya.

Menurut Dodo, pengesahan aturan mengenai perampasan aset menjadi salah satu harapan yang ingin segera diwujudkan. Ia meyakini aturan tersebut dapat memberikan efek jera sekaligus membawa perubahan bagi masyarakat kecil.

"Harapan buat saya dengan adanya demo sekarang ini, undang-undang perampasan segera diketok saja, disahkan. Jadi ke depannya mungkin ada perubahan buat rakyat kecil model saya ini," katanya.

Ia bahkan menyatakan setuju jika koruptor dimiskinkan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

"Koruptor dimiskinkan saja. Harus dimiskinkan, setuju saya. Setuju banget," tegas Dodo.

Berangkat Berdua Demi Anak dan Cucu

Bagi Mai, kehadiran mereka dalam aksi juga tidak lepas dari kepentingan generasi berikutnya. Ia menyebut apa yang dilakukan bersama suaminya merupakan bentuk pembelaan agar kondisi anak dan cucu mereka di masa depan menjadi lebih baik.

"Lagian kita kan bela agama, bela rakyat, bela cucu anak kita untuk ke depannya," tegas Mai.

Baca Juga: Sektor Jasa dan Tiket Jadi Potensi Pertumbuhan Ekonomi di Harbolnas 2026

Pasangan tersebut memiliki dua anak, satu perempuan dan satu laki-laki. Keduanya sudah bekerja dan berkeluarga sehingga Dodo dan Mai kini lebih banyak menjalani aktivitas berdua.

Meski begitu, keputusan mereka untuk rutin mengikuti demonstrasi ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari anak-anak. Dodo mengatakan kedua anaknya justru kerap mengingatkan orang tua agar berhati-hati.

"Takutnya ada rusuh. Siapa yang tanggung jawab. Khawatir kesehatan si anak-anak (orang tua) sih, nggak ada yang lain," tuturnya.

Dodo memahami kekhawatiran tersebut. Namun, ia dan Mai tetap memilih datang selama kondisi aksi dinilai aman dan kondusif.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan