← Beranda
Kebakaran Landa Kebon Melati Tanah Abang, Emas hingga Laptop Penghuni Ludes
Ryandi ZahdomoKamis, 27 Agustus 2026 | 04.36 WIB
ilustrasi. Kebakaran rumah.

JawaPos.com - Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Jalan Dukuh Pinggir RT 01 RW 05, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (26/8) menjelang waktu Maghrib sekitar pukul 18.00 WIB.

Musibah ini melahap tiga bangunan rumah, termasuk satu rumah yang disekat menjadi tiga petak kontrakan, dan memaksa para penghuni berlari menyelamatkan diri tanpa sempat membawa harta benda mereka.

Salah satu penghuni kontrakan, Siska, menceritakan detik-detik mencekam saat si jago merah mulai membesar. Kala itu, ia baru saja tiba di lantai atas tempat tinggalnya usai pulang bekerja di kawasan Tanah Abang.

"Pas kejadiannya mau Maghrib, aku lagi di atas baru pulang kerja. Tiba-tiba ada yang teriak-teriak 'tolong, tolong, air!'," ujar Siska, Rabu (26/8) malam.

Mendengar kegaduhan tersebut, Siska meminta suaminya memeriksa keadaan. Saat mengecek area balkon, ia melihat kobaran api sudah membumbung tinggi dari bangunan rumah di sebelah kontrakannya, yang diduga dipicu oleh korsleting listrik.

"Pas aku lihat kebakaran dari sebelah, mungkin dari korsleting listrik. Terus aku langsung keluar, pas aku keluar langsung nyamber gede," tuturnya.

Kecepatan perambatan api membuat Siska tak memiliki waktu untuk mengemas barang berharga. Ia hanya sempat meraih tas di dekatnya lalu berhamburan keluar kontrakan.

Logam mulia, dokumen penting, ponsel, hingga laptop yang biasa digunakannya untuk bekerja ludes dilalap api.

"Aku langsung ambil tas aja, enggak bawa apa-apa. Enggak sempat, langsung lari. Tiba-tiba apinya sudah langsung besar. Ada surat-surat, terus emas, handphone, laptop. Syok iya, syok pasti," kata Siska.

Kepanikan serupa dirasakan warga setempat, Nasarudin. Sebelum melihat kepulan asap hitam pekat mengudara, ia sempat mendapati aliran listrik di rumahnya naik-turun disertai dentuman keras.

"Pas jam 6. Listrik mati hidup, mati hidup, ada teriakan dari luar 'kebakaran'. Nah, saya lihat ke luar rumah, asapnya sudah besar, asap hitam. Ledakan pertama ada. Ya kayak suara ledakan saja itu," ungkap Nasarudin.

 

Kendala Pemadaman: Jalan Sempit dan Macet

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mengerahkan armada secara bertahap hingga mencapai puluhan unit untuk menjinakkan kobaran api di kawasan padat penduduk tersebut.

Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syaripudin, menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons begitu laporan masuk pada pukul 18.00 WIB.

"Ketika pertama awal kita terima berita pukul 18.00, langsung dari Sudin meluncurkan lima unit awal, kemudian kita tambah dua unit, lanjut terakhir kita luncurkan 23 unit," jelas Syaripudin.

Ia memaparkan bahwa objek terdampak merupakan area permukiman dengan struktur bangunan yang rapat. Total ada tiga unit rumah yang terbakar, dengan salah satu rumah difungsikan sebagai tiga petak kontrakan.

Meski pemadaman berhasil dilakukan, petugas di lapangan menghadapi hambatan teknis yang cukup berat. Akses lokasi kejadian yang jauh dari jalan raya utama memaksa personel Gulkarmat membentangkan selang pemadam hingga ratusan meter.

"Kendalanya memang dari TKP dari jalan raya ke TKP cukup jauh. Jadi anggota kita harus menggelar selang dengan berapa ratus meter baru sampai ke TKP. Kendala kedua di jalan memang jam-jam sedang macet padat," ucap Syaripudin.

EDITOR: Estu Suryowati