JawaPos.com – Kasus dugaan pembunuhan terhadap pengemudi ojek online (ojol) berinisial ATP di Kabupaten Tangerang, Banten memasuki tahap rekonstruksi.
Dalam rekonstruksi di lokasi kejadian, Senin (24/8), tersangka berinisial RD alias D (25) melakukan sedikitnya 23 adegan kejadian perampokan yang berujung pembunuhan itu
“Kami telah melaksanakan kegiatan rekonstruksi terkait perkara LP tindak pidana pembunuhan atau tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang melibatkan korban dari pengemudi ojol,” kata Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Arief Ryzki Wicaksana, sebagaimana dilansir dari Antara.
Arief mengatakan bahwa kegiatan rekonstruksi sebanyak 23 adegan itu berlangsung dengan kondusif.
Baca Juga: Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
“Untuk adegan yang krusial ada di adegan nomor 8, yakni aksi penusukan pelaku kepada korban,” kata dia.
Dalam adegan tersebut, korban disebutkan sedang tertidur di warung yang menjadi lokasi kejadian. “Ada satu kali penusukan,” kata dia.
Menurut Arief, sejauh ini belum ada fakta baru dalam kasus tersebut. “Untuk jadwal sidang kami masih menunggu keputusan dari PN,” jelasnya.
Sebelumnya, seorang pria berinisial RD alias D (25) diringkus oleh Tim Gabungan Subdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan disertai peramppokan terhadap pengemudi ojol berinisial ATP di Kabupaten Tangerang, Banten.
Baca Juga: Traktir Driver Jadi Cara Menghargai Ojol, Pengemudi Tambah Semangat
"Tersangka diamankan pada Selasa (14/7) sekitar pukul 00.30 WIB di sebuah rumah kontrakan di Jalan Bunderan Kamal, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto.
Kompol Arief Ryzki Wicaksana mengungkapkan, motif tersangka RD alias D (25) membunuhu korban adalah tekanan dari pihak keluarga untuk memenuhi biaya pernikahan.
Ia menjelaskan, tersangka awalnya bahkan merasa depresi hingga berniat mengakhiri hidupnya karena kebingungan mencari uang.
"Niatan awalnya pelaku ini mau bunuh diri karena bingung untuk cari uang untuk memenuhi biaya pernikahan. Saat berjalan, dia melihat korban sedang tidur," jelasnya.
Baca Juga: Armuji Mediasi Jukir yang Diduga Lecehkan Pengemudi Ojol