← Beranda
Polisi Bantah Tangkap Koordinator AMPB Pati jelang 27 Agustus: Hanya Komunikasi
Syahrul YunizarSelasa, 25 Agustus 2026 | 02.03 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto memberikan keterangan pers kepada media. (ANTARA/Adimas Raditya)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya memastikan tidak ada penangkapan terhadap Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok.

Kabar yang beredar luas di media sosial (medsos) pada Senin (24/8) itu dipastikan tidak benar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto menyampaikan bahwa Satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) hanya berkomunikasi dengan Botok dan Teguh.

Komunikasi tersebut terkait dengan rencana aksi yang bakal dilakukan oleh AMPB di Jakarta.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Telusuri Aliran Dana dalam Rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu

”Saudara Supriyono alias Botok tidak dilakukan penangkapan maupun pengamanan oleh kepolisian. Satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat sebelumnya telah berkomunikasi dengan saudara Supriyono dan saudara Teguh terkait rencana kegiatan massa Pati di depan Gedung DPR,” ungkap Budi kepada awak media.

Melalui komunikasi itu, pihak kepolisian menjelaskan sejumlah aturan dan ketentuan administrasi yang harus dipenuhi sebelum menggelar aksi.

Kepada polisi, mereka kemudian menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan bukan penyampaian pendapat, melainkan hanya silaturahmi dan penggalangan bantuan logistik.

”Atas penjelasan tersebut, pihak kepolisian menyarankan agar penyelenggara tetap mengurus izin kegiatan ke Polda Metro Jaya. Saudara Supriyono menyatakan bersedia dan meminta didampingi personel kepolisian menuju Polda Metro Jaya menggunakan kendaraan dinas,” lanjutnya.

Meski demikian, beberapa pihak di lokasi menyangka Botok ditangkap oleh polisi. Meski sudah dijelaskan oleh yang bersangkutan, massa tetap tidak terima.

Baca Juga: Forum Komunikasi Rakyat Pati Minta Anggota DPR RI Datang Langsung ke Pati

Akhirnya Botok batal bertolak ke Polda Metro Jaya untuk mengurus izin kegiatan sebagaimana telah disampaikan.

”Karena situasi di lokasi semakin ramai, keberangkatan tersebut akhirnya dibatalkan,” ujarnya.

Budi memastikan, keberadaan polisi di lokasi tersebut tidak lain untuk memberikan pendampingan dan penjelasan terkait proses administrasi kegiatan.

Petugas kepolisian tidak bermaksud lain, apalagi melakukan penangkapan terhadap Botok.

Terpisah, Botok juga menyampaikan bahwa AMPB berkegiatan di Jakarta secara organik. Tidak ada yang mendanai dan tidak ada kepentingan tertentu.

Baca Juga: Rakyat Pati Temui Pimpinan DPR, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset hingga Hilirisasi Pertanian

Pihaknya hanya meminta agar pemerintah bersama DPR serius memberantas korupsi. Termasuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

”Saya berharap nanti kawan-kawan yang hadir di aksi 27 Agustus untuk tertib ya. Jangan anarkis, jangan merusak fasilitas umum, jangan melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Mari kita kawal aspirasi rakyat Indonesia ini dengan tertib, aman, dan damai,” ajaknya.

 

EDITOR: Bayu Putra