JawaPos.com - Konser The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut), viral di media sosial (medsos). Penyebabnya, salah satu booth mengadakan tantangan hafalan Al-Quran berhadiah minuman keras (miras). Untuk mendalami peristiwa tersebut, polisi sudah melakukan penyelidikan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa Polsek Pademangan dan Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) sudah memulai penyelidikan atas peristiwa tersebut. Hari ini Selasa (11/10), polisi memanggil penyelenggara acara untuk dimintai keterangan.
”Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara,” kata Budi kepada awak media.
Baca Juga: Wamenhaj Dahnil Sidak Kemenhaj Jaktim, Peringatkan Jajaran Soal Integritas
Klarifikasi dilakukan setelah Polsek Pademangan berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth. Setelah melakukan klarifikasi, polisi akan melengkapi berkas administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.
”Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut,” ujarnya.
Berdasar informasi yang diterima oleh pihak kepolisian, peristiwa viral terjadi pada Minggu malam (9/10). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Banyak pihak menyayangkan peristiwa itu dan menilai telah terjadi penistaan agama dalam salah satu event musik tersebut.
Terpisah, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakut Iptu Maryati Jonggi menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan oleh Polsek Pademangan untuk mencari tahu para pihak di balik peristiwa tersebut. Menurut dia, Unit Reskrim dari Polsek Pademangan sudah bergerak.
Baca Juga: Sering Merasakan Sesuatu Sebelum Terjadi, 3 Shio Ini Punya Intuisi Istimewa
Dilihat dari unggahan akan milik Hilmi Firdausi @hilmi.firdausi, tampak seorang perempuan ikut dalam tantangan tersebut. Dia terdengar membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal sampai akhir. Unggahan tersebut mendapat sorotan dari banyak pihak.
Atas sorotan itu, penyelenggara konser The Sounds Project sudah menyampaikan kecaman melalui akun media sosial resmi. Mereka menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi di booth milik Newport yang merupakan salah satu sponsor dari Festival musik kenamaan itu.
”Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tegas penyelenggara acara.