JawaPos.com - Kebakaran hebat yang melanda Gedung Bapenda atau Dinas Teknis di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8) malam. Akibatnya, 1.000 ASN yang berkantor di sana akan menerapkan skema Work From Home (WFH) atau berkantor di Suku Dinas (Sudin) wilayah masing-masing.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penanganan dampak pasca kebakaran telah disiapkan agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak lumpuh.
Pramono menjelaskan bahwa insiden yang melanda lantai 11 hingga 16 tersebut mempengaruhi operasional beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga BPSDM.
"Untuk penyebab kebakarannya, sampai hari ini kami menunggu secara resmi dari kepolisian untuk menyampaikan. Tetapi begitu kebakaran, kebetulan saya dengan Dinas Perhubungan, Dinas Damkar, dengan Pak Sekda langsung melakukan koordinasi," ujar Pramono di Rasuna Said, Minggu (9/8).
Baca Juga: Gedung Bapenda DKI Kebakaran, Pramono Anung Pastikan Data Perpajakan Aman
Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov DKI menyiapkan lokasi perkantoran baru di kawasan Cikini untuk menampung para ASN secara bertahap. Untuk itu, penerapan WFH akan dilakukan hingga fasilitas baru tersebut rampung dibangun.
"Dan kami sudah merencanakan di Cikini, salah satu gedung yang akan digunakan sebagian besar ASN yang akan kita pindahkan. Sampai dengan ini bisa berjalan, maka kita melakukan yang disebut dengan Work From Home atau Work From Everywhere, supaya tidak terganggu pekerjaan yang ada," katanya.
Pengaturan Lampu Lalu Lintas Manual
Selain itu, kebakaran ini berdampak pada Command Center Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang berada di lantai 16 gedung tersebut. Command Center digunakan untuk mengatur berbagai kebutuhan transportasi, termasuk transportasi VVIP.
Untuk mengantisipasi gangguan, Pramono menyetujui pengaktifan sistem backup yang berada di MT Haryono. Guna mencegah gangguan lalu lintas di persimpangan jalan, pengawasan traffic light dilakukan secara manual dan dilakukan penambahan personel lapangan.
"Supaya tidak mengalami hambatan, saya sudah menyetujui untuk backup yang ada di MT Haryono dinyalakan. Yang memang akan sedikit terganggu dalam beberapa hari ke depan ini adalah pengaturan di Dinas Perhubungan, terutama di perempatan yang menggunakan traffic lights," jelas Pramono.
Pramono menambahkan, koordinasi penyiagaan petugas langsung di titik-titik persimpangan dilakukan untuk memastikan alur kendaraan di Jakarta tetap terkendali dengan baik.
Kronologi dan Data Perpajakan
Di sisi lain, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai potensi hilangnya data-data penting daerah. Pemprov DKI mengonfirmasi bahwa seluruh pangkalan data perpajakan maupun administrasi aset daerah tersimpan aman dalam sistem cadangan terdigitalisasi di lokasi terpisah.
"Hal yang berkaitan dengan data perpajakan sama sekali tidak menghadapi masalah karena sudah didigitalisasi. Dengan demikian, keperluan penarikan pajak oleh Bapenda tidak terganggu," tegas Pramono.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengerahkan 37 unit pemadam kebakaran dan 185 personel untuk menjinakkan si jago merah. Kobaran api yang mulai terdeteksi Jumat malam pukul 21.30 WIB berhasil dilokalisasi pada Sabtu dini hari pukul 02.00 WIB. Seorang pekerja yang sempat terjebak di lantai 15 pun berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.