JawaPos.com - Fiktor Harefa, satpam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, yang menjadi korban intimidasi oleh tiga anggota Polda Jawa Barat, memutuskan meninggalkan pekerjaannya di Jakarta. Ia berencana pindah ke Bandung setelah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Rencana tersebut disampaikan langsung Fiktor saat bertemu Dedi Mulyadi pada Sabtu (25/7). Dalam pertemuan itu, Fiktor mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan karier sebagai petugas keamanan di Kota Bandung.
"Fiktor Harefa, satpam yang kemarin ramai di Bundaran HI. Beliau berniat pindah kerja di Bandung dan ternyata beliau ini orang Bandung, tinggal di Pasteur, asalnya dari Nias," ujar Dedi melalui media sosial pribadinya.
Dedi mengatakan, Fiktor datang secara langsung untuk meminta bantuan agar bisa bekerja di Bandung setelah insiden intimidasi yang sempat menjadi sorotan publik.
"Beliau sengaja datang bertemu saya hari ini ingin pindah kerja sebagai security, jadi rencananya Insya Allah nanti pindah kerja sebagai security di Jakarta pindah menjadi di Bandung," kata Dedi.
Menurut Dedi, Fiktor direncanakan akan ditempatkan sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate, yang saat ini masih menjalani proyek penataan lingkungan.
"Nanti saja sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan area halaman Gedung Sate," ucapnya.
Kasus Intimidasi Berujung Pemeriksaan Propam
Keputusan Fiktor pindah kerja muncul setelah dirinya menjadi korban intimidasi yang dilakukan tiga pria di kawasan Bundaran HI. Belakangan, Polda Jawa Barat mengonfirmasi bahwa ketiga pria tersebut merupakan anggota kepolisian dari institusinya.
Kasus itu kemudian ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat. Hasil pemeriksaan menyatakan ketiga anggota tersebut terbukti memiliki cukup bukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri.
Meski persoalan dengan Fiktor telah diselesaikan secara damai, proses etik terhadap ketiga anggota polisi tetap berlanjut. Mereka dijadwalkan menjalani sidang kode etik sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran yang dilakukan.
Perkembangan ini sekaligus menandai babak baru bagi Fiktor Harefa yang memilih memulai kembali pekerjaannya di Bandung setelah insiden yang sempat menyita perhatian publik.