JawaPos.com - Teka-teki mengenai penyebab amblasnya Jalan Cinta di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, akhirnya terungkap. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa kerusakan parah yang terjadi sejak Maret 2026 tersebut dipicu oleh retaknya struktur tanggul Kali Sunter.
Menyikapi kondisi yang kian memburuk, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta kini tengah mematangkan persiapan untuk melakukan perbaikan permanen. Proyek pemulihan infrastruktur ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini juga.
Kepala Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas SDA DKI Jakarta, Ericson Indra Pulungan, menjelaskan bahwa penanganan tidak akan dilakukan setengah-setengah. Selain memulihkan badan jalan, penguatan struktur tanggul menjadi fokus utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA DKI Jakarta akan melakukan perbaikan perkuatan tanggul dan berkoordinasi dengan Kementerian PU melalui BBWSCC yang memiliki kewenangan pengelolaan Kali Sunter," ujar Ericson, Rabu (8/7).
Menurut Ericson, langkah menyeluruh wajib diambil mengingat akar utama dari amblasnya aspal bersumber dari kerusakan infrastruktur penahan aliran sungai di bawahnya.
"Saat ini sedang tahapan persiapan penanganan untuk perbaikan tanggul secara permanen yang akan dilaksanakan tahun ini oleh Dinas SDA Jakarta," tambahnya.
Kondisi Terkini: Kemiringan Ekstrem 90 Derajat
Sebagai informasi, penurunan tanah di Jalan Cinta sejatinya sudah terdeteksi sejak Maret 2026. Seiring berjalannya waktu, kerusakan di ruas sepanjang sekitar 100 meter tersebut terus meluas hingga memicu amblasnya sebagian besar badan jalan.
Saat ini, tingkat kemiringan jalan diperkirakan telah mencapai sekitar 90 derajat. Dampaknya, akses transportasi publik di lokasi tersebut lumpuh dan hanya menyisakan ruang sempit yang dapat dilintasi oleh sepeda motor.
Di sisi lain, sejumlah warga setempat menduga amblesnya jalan ini diperparah oleh aktivitas pengerukan sedimen Kali Sunter terdahulu. Pengerukan diduga menggunakan alat berat yang beroperasi langsung dari atas badan jalan, bukan dari dalam aliran sungai.
Instruksi Langsung Gubernur Pramono Anung
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan Dinas SDA bersama Dinas Bina Marga untuk mempercepat proses perbaikan di lapangan.
Pramono menjelaskan, kerusakan tersebut berkaitan dengan pekerjaan saluran air yang sebelumnya dikerjakan oleh Dinas SDA. Oleh karena itu, sinergi antardinas sangat dibutuhkan agar mobilitas warga tidak terganggu lebih lama.
"Yang di Pulogadung saya sudah memerintahkan, itu kan dulu Sumber Daya Air (SDA) yang mengerjakan. Kemudian memang amblas dan peronjongannya sudah kita minta untuk segera dilakukan," kata Pramono di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).
Meskipun belum menetapkan target tanggal penyelesaian secara spesifik, Pramono memastikan proses birokrasi dan teknis antarinstansi terus dipacu.
"Kemarin saya sudah minta kepada SDA untuk segera menyelesaikan termasuk kerja sama dengan Bina Marga," imbuhnya.