← Beranda
Mengapa Marhaenisme Mendadak Jadi 'Dalil Baru' Gen Z? Ini Kata Pramono Anung
Ryandi ZahdomoMinggu, 5 Juli 2026 | 15.38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menhadiri peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di TIM, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Ideologi Marhaenisme yang kerap dianggap sebagai konsep masa lalu, kini mendadak mencuat sebagai kompas baru bagi Generasi Z dalam menghadapi ketidakpastian global. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, nilai-nilai keberpihakan pada rakyat kecil ini sangat krusial di tengah gempuran era digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (4/7).

Menurut Pramono, buku ini menjadi ruang penting untuk mengasah daya kritis anak muda dalam memahami persoalan kebangsaan yang kian kompleks.

Pramono menyoroti bahwa generasi muda saat ini dikepung oleh berbagai tantangan berat, mulai dari derasnya arus digitalisasi, ketidakpastian ekonomi global, hingga ancaman perubahan iklim.

"Di tengah dinamika sosial yang cepat, generasi muda membutuhkan ruang untuk memperluas perspektif, mengasah pemikiran kritis, dan memahami berbagai persoalan secara lebih utuh," ujar Pramono.

 

Ia menilai esensi Marhaenisme, seperti semangat gotong royong dan pemangkasan ketimpangan sosial, bisa menjadi jangkar bagi Gen Z agar tidak terseret arus modernisasi yang individualistis.

 

Sentil Pejabat: Jangan Cuma Jadi Bahan Diskusi

Meski memuji konsep dalam buku tersebut, Pramono memberikan catatan kritis mengenai penerapan ideologi ini di level pemerintahan. Ia mengingatkan agar nilai-nilai luhur tersebut tidak mandek di meja seminar.

"Sering kali kita berbicara tentang Marhaenisme dalam ruang diskusi, tetapi implementasinya tidak mudah dilakukan secara konkret," sentil Pramono.

Bagi mantan Sekretaris Kabinet ini, esensi tertinggi dari ideologi adalah kebijakan nyata. "Esensinya adalah bagaimana pemerintah mampu mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling bawah," tuturnya.

 

Gebrakan Beasiswa Luar Negeri untuk Anak Miskin Jakarta

Sebagai bentuk konkret, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat jaring pengaman sosial di sektor kesehatan dan pendidikan, mulai dari optimalisasi puluhan RSUD hingga penguatan KJP dan KJMU.

Pramono membocorkan rencana besar Pemprov DKI untuk tahun depan. Pihaknya akan meluncurkan program beasiswa daerah yang berkolaborasi langsung dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program ini dirancang khusus untuk membuka akses bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu agar bisa melanjutkan studi ke luar negeri.

Baca Juga: Pramono Anung Siap Carikan Lahan Untuk Sekolah Rakyat Kapasitas 1.000 Siswa

Pramono berharap, stimulus ini dapat melahirkan Gen Z yang tidak hanya berani mengkritik, tetapi juga solutif. "Jakarta membutuhkan generasi muda yang aktif berdiskusi, berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, serta berani menghadirkan gagasan bagi masa depan kota dan bangsa," imbuhnya. (*)

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan