← Beranda
BPBD Ungkap Pemicu Rumah Kost Ambles di Benhil Jakpus
Ryandi ZahdomoSabtu, 27 Juni 2026 | 00.30 WIB
Dua unit rumah warga dan satu tempat pembuangan sampah (TPS) di Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat longsor, Jumat (26/6). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Sebuah bangunan rumah kost berlantai dua dan satu tempat pembuangan sampah (TPS) di Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, hancur total, Jumat (26/6). Bangunan tersebut ambles diduga akibat tanah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa dugaan kuat penyebab utama insiden ini adalah abrasi di bantaran kali Banjir Kanal Barat (BKB). Insiden ini terjadi pukul 05:30 WIB.

"Abrasi di bantaran kali Banjir Kanal Barat (BKB)," ujar Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, Jumat (26/6).

Saat ini, situasi di lokasi sedang dalam penanganan intensif oleh tim gabungan dari P2B BPBD, PPSU, Satpol PP, Dinas Bina Marga, Dinas SDA, hingga personil Polsek dan Koramil setempat. Estimasi kerugian materiil hingga kini masih dalam proses pendataan.

"Korban nihil. Nilai kerugian masih dalam pendataan," terangnya.

Korban Sebut Imbas Pengerukan Sungai 

Meski otoritas menyebut abrasi sebagai penyebab ilmiah, warga di lokasi kejadian merasakan dampak langsung dari aktivitas teknis di sekitar sungai. Ali Nugroho, 44, salah satu warga terdampak, membeberkan bahwa penurunan tanah mulai masif terjadi semenjak adanya proyek pengerukan aliran kali oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

"Proyek pengerukan itu mungkin sudah sebulan lalu. Setelah pengerukan, tanah mulai bergeser," ungkap Ali di lokasi kejadian.

Situasi di Jl. Administrasi Negara I ini kian diperparah oleh mobilitas logistik harian. Truk-truk pengangkut sampah dengan tonase besar saban hari melintasi akses jalan di samping rumah warga, memberikan tekanan beban yang mempercepat laju amblesnya tanah.

Firasat Seminggu Sebelum Longsor

Beruntung, insiden yang menghancurkan bangunan permanen ini tidak memakan korban jiwa. Ali mengaku sudah mendapatkan firasat buruk sejak pergeseran tanah pertama kali terdeteksi pada Jumat (19/6).

Sadar akan bahaya yang mengintai, ia langsung mengambil keputusan cepat untuk memboyong seluruh anggota keluarganya mengungsi. Langkah antisipasi ini terbukti menyelamatkan nyawa mereka, meski sebagian besar perabotan rumah tangga terpaksa ditinggalkan.

"Alhamdulillah tidak ada korban, karena dari awal tanah geser itu kami sudah mengungsi semua. Untuk barang-barang yang rusak itu lemari dan sebagian perabotan karena saya sudah tidak berani naik ke lantai dua," tutur Ali.

Warga Kecewa Laporkan Gejala Ambles

Sayangnya, bencana ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi warga RT 01/RW 07 Kelurahan Bendungan Hilir. Ali mengungkapkan bahwa pihak keluarga sebenarnya telah melaporkan gejala pergeseran tanah ini kepada pihak RW dan kelurahan setempat sejak sepekan lalu.

Namun, respons cepat yang diharapkan tak kunjung datang hingga longsor benar-benar meruntuhkan hunian yang ia bangun sejak tahun 2004 tersebut. Kini, warga menuntut pertanggungjawaban dan ganti rugi nyata dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami berharap ada ganti rugi. Ini dampaknya langsung terasa setelah adanya pengerukan," imbuh Ali.

EDITOR: Estu Suryowati