JawaPos.com - Kebakaran hebat melanda pabrik karet PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang. Api yang berkobar sejak Minggu (21/6) malam tak kunjung padam hingga kini.
Mengingat lokasi pabrik yang berdampingan dengan area padat penduduk, prioritas utama petugas adalah melakukan penyekatan. Langkah ini guna memastikan kobaran api tidak meluas dan melalap rumah-rumah warga di sekitarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar menuturkan, upaya mitigasi difokuskan pada pemblokiran pergerakan api di sekitar Jalan KH Agus Salim RT 001/RW 003. Proses lokalisasi dilakukan sejak awal armada tiba demi menghindari dampak buruk terhadap bangunan sipil.
"Alhamdulillah bisa kita isolir, jadi enggak ke permukiman," ungkap Mahdiar saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (22/6).
Baca Juga: Isu MBG Makan Jatah Anggaran Pendidikan Terus Diulang, Jubir BGN Balas Menohok: Clickbait Banget
Bahan Sulit Padam dan Kendala Pasokan Air
Meski laporan pertama masuk pada Minggu malam pukul 22.31 WIB dan petugas tiba dalam waktu 14 menit, proses pemadaman berlangsung alot hingga belasan jam. Karakteristik material karet yang tangguh terhadap air menjadi tantangan di lapangan.
Selain material yang mudah terbakar dan memicu asap pekat, petugas di lapangan juga harus memutar otak akibat terbatasnya akses hidran atau sumber air di sekitar lokasi kejadian.
"Saat ini masih penanganan, kendala bahan yang sulit padam, dan sumber air yang terbatas," beber Mahdiar.
Berdasarkan penyelidikan awal, amukan si jago merah diduga kuat bukan berasal dari korsleting listrik, melainkan dipicu oleh faktor internal material produksi.
"Infonya dari bahan yang telah digiling. Betul (kondisinya masih panas)," tambah Mahdiar mengenai suhu panas material yang memicu api.
95 Personel Gabungan Diterjunkan ke Lokasi
Menghadapi skala kebakaran yang masif, Pemkot Tangerang tidak mau mengambil risiko. Sebanyak 95 personel pemadam kebakaran dengan sokongan 19 unit armada pemadam langsung dikerahkan ke Poris Plawad.
Operasi darurat ini juga didukung penuh oleh personel Koramil, Dinas Kesehatan, serta puluhan relawan lokal yang bahu-membahu mengamankan situasi.
Baca Juga: Mendag Busan Nilai Waralaba jadi Model Bisnis Efektif Ciptakan Wirausaha Baru
"Seluruh personel yang bertugas saat ini masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Prioritas utama kami adalah memastikan api dapat segera dikendalikan serta mencegah risiko yang dapat membahayakan lingkungan sekitar," kata Mahdiar.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti insiden. Otoritas terkait juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tidak mendekati area pabrik. Hal ini penting agar mobilitas truk tangki air penyuplai pemadam dapat berjalan lancar tanpa hambatan.