JawaPos.com - 15 jam kebakaran hebat melanda pabrik karet PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang. Hingga Senin (22/6) siang, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku di lokasi lantaran api belum sepenuhnya padam sejak Minggu (21/6) malam.
Peristiwa yang melanda pabrik di Jalan KH Agus Salim RT 001/RW 003 ini pertama kali dilaporkan ke pihak berwenang pada Minggu malam pukul 22.31 WIB. Meski armada pemadam tiba di lokasi 14 menit setelah laporan diterima, proses pemadaman berlangsung alot dan memakan waktu hingga belasan jam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, membeberkan dugaan pemicu api dan kendala di lapangan.
"Saat ini masih penanganan, kendala bahan yang sulit padam, dan sumber air yang terbatas," ujar Mahdiar saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (22/6).
Baca Juga: Negosiasi AS-Iran di Swiss Catat Kemajuan Positif, Target Kesepakatan Final dalam 60 Hari
Berdasarkan penyelidikan sementara, BPBD telah mengantongi dugaan awal mengenai sumber api yang memicu kebakaran besar ini. Mahdiar menyebut, api diduga kuat berasal dari suhu panas pada material produksi.
"Infonya dari bahan yang telah digiling. Betul (kondisinya masih panas)," terangnya.
Puluhan Personel dan Armada Gabungan Dikerahkan
Mengingat material karet yang terbakar sangat mudah menjalar dan menghasilkan asap pekat, Pemkot Tangerang menerjunkan kekuatan penuh. Sebanyak 95 personel pemadam kebakaran dengan dukungan 19 unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian.
Langkah cepat ini dilakukan guna memblokir pergerakan api agar tidak merembet ke pemukiman padat penduduk di sekitar Kelurahan Poris Plawad. Tak hanya pemadam, operasi darurat ini juga melibatkan personel Koramil, Dinas Kesehatan, serta puluhan relawan.
"Seluruh personel yang bertugas saat ini masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Prioritas utama kami adalah memastikan api dapat segera dikendalikan serta mencegah risiko yang dapat membahayakan lingkungan sekitar," tegas Mahdiar.
Imbauan untuk Warga Sekitar
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan otoritas terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Beruntung, ambulans dari Dinas Kesehatan dan kendaraan taktis Koramil telah disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi situasi darurat.
Demi keselamatan publik dan kelancaran mobilitas armada tangki air, BPBD meminta masyarakat setempat maupun pengguna jalan untuk kooperatif. Mahdiar juga memastikan hingga kini tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
"Tidak ada korban jiwa. Dalam hal ini kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area kejadian demi kelancaran proses pemadaman serta keselamatan bersama," imbuh Mahdiar.