JawaPos.com - Mantan pemain Tim Nasional Indonesia U-19, Jack Brown, berbagi pengalaman dan motivasi kepada peserta Mercu Buana Football School (MBFS) dalam kegiatan coaching clinic yang berlangsung Sabtu (20/6).
Kehadirannya menjadi bagian dari pembukaan sekolah sepak bola yang ditujukan bagi anak-anak usia 5 hingga 12 tahun.
“Menjadi pemain timnas bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Brown di hadapan para peserta.
Dalam sesi tersebut, Brown menceritakan perjalanan kariernya sejak menjalani pembinaan usia dini hingga mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia U-19.
Ia mengajak para peserta untuk berlatih dengan sungguh-sungguh dan memiliki mental yang kuat apabila ingin mencapai level tertinggi dalam sepak bola.
Menurut Brown, proses menjadi pesepak bola profesional membutuhkan konsistensi dalam berlatih serta kemauan untuk terus berkembang. Ia juga berharap para peserta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan selama meniti karier di dunia sepak bola.
“Saya berharap dari sekolah sepak bola ini akan muncul bakat-bakat besar yang suatu saat bisa mengenakan seragam Timnas Indonesia dan mengharumkan nama bangsa,” katanya.
MBFS hadir sebagai program pembinaan yang memperkenalkan dasar-dasar teknik sepak bola sekaligus menanamkan nilai disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan kepercayaan diri sejak usia dini.
Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Menara Bhakti Nurani Pujiastuti, Dpl. FM., serta jajaran pimpinan Universitas Mercu Buana.
Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., mengatakan pendirian MBFS memiliki arti penting dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui pendidikan dan olahraga.
“Universitas memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun ekosistem yang mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, disiplin, kompetitif, dan mampu berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga,” ujarnya.
Andi menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan wadah pembinaan usia dini.
Euforia penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 serta meningkatnya prestasi sepak bola Indonesia di tingkat internasional dinilai dapat menjadi pendorong lahirnya lebih banyak talenta muda.
Ia menilai pembinaan usia dini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tersedia jalur pengembangan atlet yang jelas sejak usia anak-anak hingga tingkat kompetitif yang lebih tinggi.
Pengembangan MBFS turut didukung fasilitas olahraga yang tersedia di lingkungan kampus. Universitas Mercu Buana memiliki Sport Center yang dilengkapi lapangan mini soccer, lapangan basket, lapangan voli, serta hall badminton yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembinaan atlet secara optimal. (*)