JawaPos.com - Menyambut HUT Kota Jakarta ke-499, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sebuah perhelatan religi akbar. Mengusung tema "Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global", Pemprov DKI Jakarta akan menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi pada Jumat (19/6).
Acara ini dirancang sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh agama yang telah berjasa besar dalam dakwah, pendidikan, serta pembangunan sosial di Jakarta. Menariknya, perhelatan ini memadukan nilai spiritualitas lokal dengan visi masa depan Jakarta.
Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, menegaskan bahwa momen ini memiliki arti yang sangat penting bagi warga Jakarta.
"Dengan tema yang diusung, kita ingin menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan transformasi menuju kota global harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur spiritualitas dan kearifan lokal Betawi," ujarnya, Selasa (16/6).
Gerakan Bersih-Bersih 11.000 Tempat Ibadah dan Ziarah Serentak
Rangkaian acara keagamaan ini akan dimulai sejak pagi hari. Pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta akan mengoordinasikan Gerakan Bersih-Bersih Masjid dan Musholla secara massal. Aksi ini menargetkan sekitar 4.443 masjid dan 6.657 musholla di seluruh penjuru Jakarta.
Setelah aksi bersih-bersih, agenda berlanjut dengan ziarah serentak ke makam para ulama dan habaib Betawi. Aktivitas ziarah ini meliputi pembersihan area makam, pembacaan tahlil, serta prosesi tabur bunga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dijadwalkan berziarah ke makam Guru Marzuqi Cipinang Muara selepas melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah di Masjid Al Marzuqiyah. Sementara itu, Wakil Gubernur Rano Karno akan berziarah ke makam Guru Mughni Kuningan pada pagi hari pukul 08.00 WIB.
Tidak hanya di tingkat provinsi, para walikota, bupati, camat, hingga lurah juga akan memimpin ziarah di wilayah masing-masing. Total ada 137 lokasi ziarah yang dikoordinasikan oleh camat dan lurah setempat dengan didampingi para ulama lokal.
Chico memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah.
"Gerakan bersih-bersih masjid dan musholla serta ziarah ke makam para ulama dan habaib mencerminkan semangat gotong royong dan penghormatan yang tulus dari seluruh elemen masyarakat Jakarta," jelas Chico.
Peluncuran Buku Direktori dan Khotmul Qur'an di Balaikota
Selain aksi fisik di lapangan, momen HUT Kota Jakarta ke-499 ini juga menjadi tonggak sejarah literasi keagamaan Betawi. PPPIJ Jakarta Islamic Centre meluncurkan Buku Direktori Ulama dan Habaib Betawi yang berhasil menginventarisasi 176 tokoh penting.
Dokumentasi ini dianggap sebagai langkah krusial untuk menyelamatkan sejarah perjuangan tokoh agama lokal.
Chico Hakim menyampaikan bahwa melalui penyusunan buku direktori ini, kita tidak hanya mendokumentasikan sejarah, tetapi juga memberikan apresiasi atas kontribusi intelektual dan sosial para tokoh agama yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat dan masyarakat. Ini adalah warisan berharga yang harus kita lestarikan bersama.
Memasuki waktu sore, atmosfer spiritual akan bergeser ke pusat pemerintahan. Pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, Masjid Fatahillah di Balaikota DKI Jakarta akan menggelar tradisi Khotmul Qur'an.
Agenda ini dipimpin langsung oleh para ulama terkemuka, di antaranya KH. Lutfi Hakim, KH. Lukman Hakim Hamid, KH. M. Mahrus Iskandar, KH. Husny Mubarok Amir, dan KH. M. Sodri. Jalannya khataman Al-Qur'an juga melibatkan partisipasi aktif 60 santri yang berasal dari Pondok Pesantren Al-Hamidiyah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.
Puncak Haul Akbar di Monas: Lautan Putih Bersama Habib Syech
Puncak dari seluruh rangkaian Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi ini akan dipusatkan di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Acara utama ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
Pihak panitia mengestimasi kehadiran hingga 20.000 jamaah dari berbagai wilayah. Untuk menciptakan suasana yang khusyuk dan seragam, masyarakat yang hadir diimbau untuk mengenakan busana muslim bernuansa putih.
Panggung utama Monas akan dimeriahkan oleh penampilan musik religi dari Alma Esbeye. Selanjutnya, lantunan sholawat akan dipimpin langsung oleh musisi religi legendaris Habib Syech Solo beserta Tim Hadroh. Setelah itu, acara diisi dengan tausiyah keagamaan, dzikir bersama, pembacaan tahlil, doa bersama, serta sambutan resmi dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Kehadiran puluhan ribu jamaah di Monas diharapkan menjadi simbol persatuan umat yang kokoh di tengah dinamika kota metropolitan. Pemerintah DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, kebersihan lingkungan Monas, serta membuktikan bahwa Jakarta adalah kota yang ramah dan toleran.
Agenda besar ini menjadi cerminan dari gaya kepemimpinan Pemprov DKI Jakarta yang inklusif, yaitu membangun kota dari bawah dengan melibatkan komunitas keagamaan, ormas, dan masyarakat luas.
"Semoga Haul Akbar ini membawa berkah dan memperkuat Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan beradab," katanya.
Baca Juga: Haul Gus Dur ke-16 Digelar Besok Malam Angkat Tema Kedaulatan Rakyat
Bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan agenda atau mencari informasi kantong parkir dan rekayasa lalu lintas di sekitar Monas, detail informasi dapat diakses melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.