← Beranda
Jakarta Gelap Gulita Semalam: Hemat Listrik Ratusan Juta dan Pangkas 60 Ton Emisi!
Ryandi ZahdomoMinggu, 14 Juni 2026 | 18.41 WIB
Suasana pemadaman listrik di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Langit Jakarta tampak berbeda pada Sabtu malam (13/6). Selama satu jam penuh, lampu-lampu di sejumlah ikon kota dan gedung pencakar langit dipadamkan secara serentak.

Pemadaman lampu ini merupakan bagian dari Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026. Di

Meski hanya berlangsung selama 60 menit, sejak pukul 20.30–21.30 WIB, aksi pemadaman lampu serentak ini berhasil menekan emisi karbon hingga 60,14 ton CO2e. Tidak hanya itu, Jakarta juga sukses menghemat konsumsi listrik sebesar 75,18 MWh, serta memangkas biaya penggunaan listrik hingga mencapai Rp108.693.752.

Deretan Ikon Ibu Kota yang Kompak "Gelap-Gelapan"

Lalu, kawasan mana saja yang ikut berpartisipasi? Pemprov DKI Jakarta memusatkan aksi ini di sejumlah titik strategis dan simbol penting ibu kota. Jika Anda melintas pada jam tersebut, Anda akan melihat pemandangan langka di mana pusat-pusat keramaian Jakarta tampak redup.

Berikut adalah daftar lokasi ikonik yang memadamkan lampunya:

- Monumen Nasional (Monas)

- Patung Arjuna Wiwaha

- Patung Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia (HI)

- Patung Pemuda dan Patung Jenderal Sudirman

- Kawasan Gedung Balai Kota DKI Jakarta

- Gedung-gedung perkantoran swasta dan hotel di jalur protokol

Bukan Sekadar Simbol, Tapi Komitmen Nyata

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan, agenda ini bukan sekadar seremonial belaka. Aksi ini didasari oleh Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon.

"Pemadaman lampu selama 60 menit bukan sekadar simbol. Ini adalah pengingat bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Dari kebiasaan kecil, kita bisa menciptakan perubahan besar untuk Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujarnya, Minggu (14/6).

Menurut Dudi, keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa pergeseran perilaku masyarakat dalam memakai energi bisa diukur hasilnya secara akurat, asalkan semua pihak berkomitmen penuh dan konsisten.

"Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi bersama. Mulai dari pengelola gedung, pelaku usaha, komunitas, hingga warga yang ikut mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama aksi berlangsung," katanya.

Ajakan Menjadikan Hemat Energi Sebagai Gaya Hidup
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta berharap gerakan peduli lingkungan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Target utamanya adalah mengubah perilaku hemat energi menjadi bagian dari gaya hidup harian warga metropolitan.

Masyarakat diimbau untuk membiasakan hal-hal kecil di rumah maupun tempat kerja. Mulai dari mematikan perangkat elektronik yang menganggur, beralih ke lampu hemat energi, hingga lebih bijak dalam mengonsumsi listrik harian.

Baca Juga: Berlaku Mulai Hari Ini, Kementerian Lingkungan Hidup Minta Seluruh Perusahaan di Hulu DAS Batang Toru Stop Operasi

"Ketika jutaan warga melakukan langkah kecil yang sama secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi kualitas lingkungan Jakarta. Karena menjaga bumi dan udara yang lebih bersih bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama seluruh masyarakat," imbuhnya.

 

EDITOR: Kuswandi