JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran esok hari, Jumat (12/6). Mengusung tajuk gerakan "Menuju Indonesia Bangkrut", massa aksi akan memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai pukul 15.00 WIB.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan yang akrab dipanggil Athof, menuturkan aksi turun ke jalan ini dipicu oleh kondisi ekonomi yang kian mencekik masyarakat bawah. Salah satu sorotan utamanya adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus angka Rp18.000 per dolar AS, memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.
Menurut Athof, pertumbuhan ekonomi saat ini terasa semu karena tidak menyentuh realitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Kebijakan fiskal pemerintah dinilai lebih berpihak pada kaum elit ketimbang rakyat kecil.
Baca Juga: Polda Riau Bongkar TPPU Perdagangan Gading Gajah, Aliran Uang Capai Rp 1,8 Miliar
"Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," ujar Athof dalam keterangannya, Kamis (11/6).
Athof menambahkan, berbagai kritik berbasis data telah sering disampaikan, namun selalu berujung pada pengabaian.
"Ini bukan soal perbedaan politik. Ini soal siapa yang benar-benar dirugikan dan jawabannya adalah kita semua lah sebagai rakyat yang dirugikan," tegasnya.
5 Tuntutan Utama Aksi Demonstrasi BEM UI
Kekecewaan mahasiswa memuncak akibat kontrasnya kebijakan pemerintah, seperti pemberlakuan pajak UMKM melalui PP 20/2026 di tengah pembatalan royalti minerba untuk oligarki.
Berdasarkan hasil konsolidasi nasional di Universitas Indonesia, berikut adalah 5 tuntutan utama yang akan dibawa dalam aksi esok hari:
1. Stop Pemborosan APBN: Mendesak evaluasi total dan penghentian pemborosan anggaran negara pada program yang dinilai tidak jelas.
2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM: Menuntut solusi nyata atas depresiasi rupiah dan tingginya harga pangan.
3. Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa: Meminta Presiden Prabowo Subianto menghentikan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil: Menyoroti isu hukum, penegakan HAM, serta penolakan terhadap pengesahan RUU kontroversial seperti RUU Polri.
5. Pertanggungjawaban Pemerintah: Mendesak Presiden Prabowo untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahan dalam pengelolaan kebijakan fiskal.
Imbauan Rute Alternatif Seputar Bundaran HI
Aksi yang akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, guru, pedagang, hingga ibu rumah tangga, diprediksi akan memicu kepadatan arus lalu lintas di Jakarta Pusat. Massa aksi diimbau mengenakan pakaian hitam dipadukan dengan jaket almamater kuning bagi mahasiswa UI.
Terkait potensi kemacetan, Athof menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga Jakarta yang biasa beraktivitas di sekitar lokasi aksi.
"Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari. Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," imbuh Athof.
Bagi masyarakat dan pengguna jalan yang berencana melintasi kawasan Bundaran HI besok sore, sangat disarankan untuk mencari rute alternatif sejak dini guna menghindari terjebak kepadatan lalu lintas.