← Beranda
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 7 Juni 2026 | 05.04 WIB
Trotoar jadi tempat pangkalan ojek online.

 

JawaPos.com – Viral seorang pengguna Threads membagikan pengalaman suaminya yang diduga menjadi korban tarif tidak wajar dari ojek pangkalan saat pulang dari kawasan Senayan menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat. Tarif perjalanan yang awalnya dipahami sebesar Rp 58 ribu, tiba-tiba berubah menjadi Rp 400 ribu setelah perjalanan selesai.

Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan warganet tersebut, pemilik akun sashariella mengaku sengaja membagikan kisah itu sebagai peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan jasa transportasi non-aplikasi, terutama ketika berlangsung acara besar di sekitar Senayan.

Berawal dari Kesepakatan Tarif "58"

Peristiwa itu terjadi setelah korban menghadiri sebuah acara di kawasan Senayan. Sebelumnya, selama dua hari berturut-turut, ia mengaku menggunakan jasa ojek pangkalan dengan tarif sekitar Rp 50 ribu untuk rute serupa.

Saat bertemu dengan pengemudi ojek tersebut, korban menanyakan ongkos perjalanan dari Senayan ke Bundaran HI. Pengemudi disebut menjawab "lima puluh delapan", yang kemudian dipahami sebagai Rp 58 ribu.

Karena nominal tersebut dinilai masih masuk akal, perjalanan pun dilakukan.

Tarif Mendadak jadi Rp 400 Ribu

Namun, setelah sekitar 20 menit perjalanan dan tiba di tujuan, pengemudi ojek pangkalan disebut meminta bayaran Rp 400 ribu.

Ketika diprotes karena sebelumnya menyebut tarif "lima puluh delapan", pengemudi disebut memberikan jawaban yang mengejutkan.

"Iya, lima puluhnya ada delapan," ujar pengemudi tersebut seperti dikisahkan dalam unggahan yang viral.

Pemilik akun menyebut terjadi adu argumen antara suaminya dan pengemudi. Dalam video yang turut diunggah, pengemudi terlihat turun dari motor dan disebut menunjukkan sikap yang dianggap mengintimidasi.

Korban Pilih Membayar demi Menghindari Konflik

Meski merasa dirugikan, suami pemilik akun akhirnya membayar Rp 400 ribu yang diminta pengemudi tersebut. Keputusan itu diambil untuk menghindari konflik yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Menurut penjelasan pemilik akun, nominal uang tersebut bukan persoalan utama. Namun, ia mengaku memiliki kenalan yang pernah mengalami tindak kekerasan hingga penusukan akibat perselisihan serupa, sehingga memilih untuk tidak mengambil risiko.

"Uang enggak seberapa, tapi aku ada kenalan pernah sampai ditusuk," tulisnya.

Jadi Peringatan agar Gunakan Aplikasi

Pemilik akun juga meluruskan sejumlah pertanyaan dari warganet yang muncul setelah unggahan tersebut viral.

Ia menjelaskan bahwa saat kejadian kondisi di Senayan sedang ramai karena adanya acara. Selain itu, suaminya sengaja memilih ojek pangkalan karena merasa kasihan jika pengemudi aplikasi harus berbagi pendapatan dengan platform.

Meski demikian, pengalaman tersebut membuatnya menyarankan masyarakat untuk lebih memilih layanan transportasi berbasis aplikasi yang memiliki kepastian tarif.

Ia mengaku membagikan cerita tersebut bukan semata karena kerugian materi, melainkan sebagai pembelajaran bagi pengguna lain agar tidak mengalami kejadian serupa.

Unggahan itu pun memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mengingatkan pentingnya menyepakati tarif secara jelas sebelum perjalanan dimulai dan meminta bukti nominal secara tertulis untuk menghindari kesalahpahaman.

EDITOR: Estu Suryowati