← Beranda
Bank Jakarta Siap Jadi Financial Operating System Kota Global, Ini 4 Strateginya
Ryandi ZahdomoSabtu, 6 Juni 2026 | 23.06 WIB
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo. (Istimewa)
 

JawaPos.com - Bank Jakarta berkomitmen bertransformasi menjadi Financial Operating System untuk memperkuat seluruh ekosistem kota. Langkah strategis ini diambil demi mendukung perwujudan Jakarta sebagai kota global yang inklusif sekaligus berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menuturkan, tantangan Jakarta hari ini bukan lagi soal fisik atau teknologi, melainkan masalah konektivitas antar-elemen kota.

"Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat," ujar Agus saat hadiri Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan di Jakarta Future Festival 2026, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Baca Juga: Menteri Nusron Hadiri ICOP 2026, Darunnajah Dorong Pesantren Pimpin Pengelolaan Wakaf Produktif

Selama ini, berbagai BUMD Jakarta sudah bergerak di sektornya masing-masing. MRT Jakarta sukses menjadi Mobility Operating System yang mengurai mobilitas warga. Di sisi lain, Transjakarta kuat di sektor transportasi publik, dan PAM Jaya fokus pada layanan air bersih. Di sinilah Bank Jakarta masuk untuk merekatkan semuanya melalui sektor keuangan.

"Bank Jakarta ingin menjadi Financial Operating System bagi Jakarta, yang menghubungkan berbagai peluang dan kebutuhan masyarakat dalam satu ekosistem keuangan yang terintegrasi," kata Agus H. Widodo.

Untuk merealisasikan visi Financial Operating System tersebut, Bank Jakarta telah merumuskan empat langkah taktis.

Baca Juga: Di Tengah Risiko Tinggi Transportasi Penyeberangan, Komitmen Keselamatan Pelayaran Kian Diuji

1. Perluasan Inklusi Keuangan Digital

Bank Jakarta ingin memastikan seluruh warga bisa mengakses layanan keuangan formal dengan mudah dan aman berbasis digital. Agus menyadari masih banyak warga yang belum tersentuh perbankan konvensional, sehingga butuh pendekatan digital yang lebih masif.

2. Pemberdayaan UMKM Naik Kelas

Sektor UMKM tidak hanya akan disokong dari modal, melainkan juga dibantu menembus pasar yang lebih luas dan masuk ke ekosistem digital.

"UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang dan masuk ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar," ujar Agus H. Widodo.

Baca Juga: Nonton Konser EXO Planet dan Raisa Gak Perlu Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke GBK 

3. Solusi Rumah Murah untuk Milenial (Housing Inclusion)

Tingginya harga hunian di Jakarta menjadi perhatian serius. Bank Jakarta berkomitmen mempermudah akses pembiayaan perumahan, terutama bagi generasi muda.

"Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta," terang Agus H. Widodo.

4. Menarik Investasi Global (Investment Enablement)

Mengingat pembangunan kota global tidak bisa terus-menerus bertumpu pada APBD, Bank Jakarta akan bertindak sebagai jembatan pembangun kepercayaan investor luar.

"Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota," tegas Agus H. Widodo.

Baca Juga: Jakarta Future Festival 2026 Resmi Dibuka di TIM, Intip Gagasan Pramono Anung Desain Jakarta Jadi Kota Global

Prinsip No One Left Behind dalam Digitalisasi

Lebih lanjut, Agus mengingatkan bahwa kemajuan teknologi di Jakarta harus bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari pedagang kaki lima hingga keluarga muda.

"Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal," ujar Agus H. Widodo.

Bagi Agus, indikator kesuksesan Jakarta yang baru bukan lagi diukur dari kemegahan infrastruktur, melainkan dari kesejahteraan warganya. Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan warga.

Baca Juga: Akhir Pekan Ini Kawasan GBK Diprediksi Macet, Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Gunakan Angkutan Umum dan Rute Alternatif

"Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan," imbuh Agus H. Widodo.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah