JawaPos.com - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/6) malam. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh adanya korsleting listrik di salah satu rumah warga. Total sebanyak 250 rumah semi permanen hangus terbakar.
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) membutuhkan waktu lebih dari tujuh jam untuk benar-benar menjinakkan si jago merah di lokasi kejadian yang berada di dekat Masjid Jami Al-Ihsan tersebut.
Kronologi Kebakaran Rumah di Kemayoran
Baca Juga: Progres di Timnas Indonesia Bikin Kepincut, John Herdman Puji Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Berdasarkan laporan resmi dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat, kebakaran rumah di Kemayoran ini bermula sekitar pukul 20.55 WIB. Kobaran api dilaporkan pertama kali muncul dari salah satu rumah warga.
"Awal mula ketika rumah Pak Darmansyah dari RT 14, RW 04 tiba-tiba mengeluarkan api, lalu seketika redkar mengambil apar di pos RW dan sesampainya di rumah pak Darmansyah sudah mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar sehingga api cepat menyebar ke rumah-rumah yang lain," ujar Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin, Selasa (2/6).
Dikarenakan bangunan rumah semi permanen (terbuat dari kayu) menyebabkan terjadi perambatan dengan cepat. Ditambah kondisi angin yang berhembus kencamg sehingga api cepat membesar.
Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Amukan si jago merah ini berdampak sangat luas. Tercatat ada dua RW yang terdampak langsung, yakni RT 12 hingga 16 di wilayah RW 04, serta RT 01 hingga 03 di wilayah RW 05.
Data sementara menunjukkan sekitar 330 Kepala Keluarga (KK) dengan total kurang lebih 620 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap.
Untuk taksiran kerugian materiil serta luas total area yang terbakar, pihak pemadam kebakaran menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saat ini, area lokasi kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh Tim INAFIS Polri.
Kendala Lapangan dan Korban Luka
Upaya penjinakan api tidak berjalan mudah. Petugas di lapangan menghadapi serangkaian hambatan serius yang memperlambat proses lokalisir perambatan api.
"Banyak masyarakat yang menonton, akses rumah yang sempit serta sebagian penghuni berhamburan untuk menyelamatkan harta bendanya masing-masing," jelas Syarifudin.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, tim Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta yang bersiaga di Tempat Kejadian Perkara (TKP) harus memberikan penanganan medis kepada 8 orang warga yang mengalami sesak napas akibat pekatnya asap kebakaran.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio 2 Juni 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Pengerahan 35 Unit Mobil Damkar
Mengingat skala kebakaran rumah di Kemayoran yang terus meluas, Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat meluncurkan total 35 unit mobil pemadam gabungan dengan kekuatan 175 personel. Bantuan armada bahkan didatangkan dari wilayah Jakarta Utara untuk mempercepat pemadaman.
Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 21.05 WIB. Api baru berhasil dilokalisir pada pukul 23.30 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan yang memakan waktu hingga Selasa (2/6) dini hari pukul 01.30 WIB. Seluruh operasi penanggulangan bencana ini dinyatakan selesai total pada pukul 04.15 WIB.