JawaPos.com - Dua kakak beradik berinisial MA, 9, dan AH, 7, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus selokan saat bermain bersama seorang teman mereka di Gang H. Deih, RT 014 RW 009, Kelurahan Lubang Buaya.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika hujan turun cukup deras. Ketiga anak tersebut bermain di pinggir saluran air yang arusnya sedang tinggi. Mereka disebut bermain perosotan di sisi selokan tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
Di tengah permainan itu, AH tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam selokan. Arus air yang deras membuat tubuh bocah kecil tersebut langsung terbawa aliran air.
Melihat sang adik hanyut, MA tanpa pikir panjang berusaha menolong. Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu mencoba meraih adiknya di tengah derasnya arus. Namun upaya tersebut justru membuat dirinya ikut terseret.
Dalam hitungan detik, keduanya hilang dari pandangan.
Teman korban yang panik langsung berlari meminta pertolongan kepada warga dan keluarga. Suasana di permukiman itu mendadak gempar. Warga bersama petugas Satpol PP dan Damkar segera menyusuri aliran selokan sambil berharap kedua bocah tersebut masih bisa diselamatkan.
Pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Damkar, PPSU, Satpol PP, Polsek Cipayung, hingga Babinsa. Hujan dan aliran air yang keruh membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan menegangkan.
Sekitar pukul 16.00 WIB, tubuh AH lebih dulu ditemukan di saluran air depan Perumahan Damai Residen. Bocah itu segera dievakuasi ke Klinik Darussyifa. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Kesedihan warga semakin mendalam ketika pencarian terhadap sang kakak masih terus dilakukan hingga malam. Petugas menyisir aliran air dengan penerangan seadanya, menelusuri setiap sudut saluran yang dipenuhi lumpur dan sampah.
Hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB, jasad MA ditemukan di saluran air belakang Kelurahan Lubang Buaya, tepat di samping musholla. Tangis keluarga pecah saat tubuh bocah tersebut berhasil dievakuasi.
Ketua FKDM Kelurahan Lubang Buaya, Sulton Rifai mengatakan kedua korban langsung dibawa ke Klinik Darussyifa untuk pemeriksaan sebelum dipulangkan ke rumah duka.
“Kedua korban kakak dan adiknya dievakuasi oleh tim Damkar, PPSU dan Bhabinsa, langsung dibawa ke Klinik Darussyifa untuk dilakukan pengecekan, kedua korban meninggal dunia dan dibawa ke rumah korban,” ujarnya, Selasa (26/5).
Kepergian dua bocah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. MA diketahui masih duduk di kelas 1 SDN 04 Pagi, sementara sang adik AH belum sempat mengenyam pendidikan sekolah.
Baca Juga: Jabodetabek Dikepung Hujan Ekstrem 5 Hari Ke Depan, Ini Daftar Wilayah yang Masuk Status Siaga!
Sore yang awalnya dipenuhi tawa anak-anak bermain hujan kini berubah menjadi duka yang sulit dilupakan. Di rumah sederhana keluarga mereka, isak tangis terus terdengar, mengiringi kepergian dua saudara kecil yang berpulang dalam tragedi yang begitu memilukan. (*)