JawaPos.com - Kawasan kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, kini punya wajah baru. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi meresmikan Arena Ring Tinju di lokasi tersebut pada Senin (18/5).
Langkah ini diambil Pemprov DKI Jakarta untuk menyulap lahan kosong menjadi ruang produktif. Fokus utamanya ialah memberikan wadah positif bagi anak muda sekaligus memangkas angka tawuran remaja yang kerap meresahkan warga.
Pramono menjelaskan, keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti membangun kota. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan fasilitas publik yang tepat sasaran.
"Pemanfaatan kawasan kolong Flyover Pasar Rebo merupakan upaya mengoptimalkan ruang kota agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan ruang aktivitas yang sehat dan mencegah kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan," ujarnya, Senin (18/5).
Fasilitas olahraga ini berdiri di atas area seluas 247 meter persegi dengan ukuran ring tinju 9,5 meter x 9,5 meter.
Menariknya, proyek ini lahir dari swadaya masyarakat dan sudah mulai aktif digunakan sejak Januari 2026 di bawah binaan komunitas tinju profesional.
Angka Tawuran di Pasar Rebo Langsung Anjlok
Hadirnya arena tinju ini terbukti menjadi obat manjur. Pramono menyebutkan, sejak area ini dibuka untuk latihan, intensitas tawuran antar-remaja di kawasan sekitar langsung menurun drastis.
"Setelah mempunyai tempat ini, hari ini alhamdulillah tawurannya menurun secara drastis. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi anak-anak muda di Jakarta Timur agar energinya tersalurkan melalui tempat-tempat seperti ini sehingga lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi perkelahian di jalanan, dan mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam menjaga Jakarta," jelasnya.
Pramono membeberkan rencana untuk menduplikasi konsep serupa di wilayah lain, seperti membangun ring tinju baru dan skatepark di kawasan Kampung Melayu, menyusul kesuksesan yang sama di Ciracas.
Fasilitas Gratis Tanpa Pungli
Demi menjaga keberlangsungan tempat ini, Pemprov DKI akan menerapkan sistem pengelolaan bersama dengan komunitas lokal. Pengawasan ketat dilakukan agar fasilitas tetap tertib dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli).
Pramono menegaskan seluruh masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini secara gratis. Meski demikian, kesejahteraan para pelatih yang mengajar di sana tetap akan diperhatikan agar pembinaan atlet muda berjalan konsisten.
Bagi Pramono, tempat ini bukan sekadar arena adu jotos, melainkan wadah pembentukan karakter, solidaritas, dan sportivitas generasi muda Jakarta.
"Melalui semangat Jaga Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendukung pengembangan generasi muda melalui fasilitas olahraga, layanan pendidikan, ruang kreatif, serta pembinaan sportivitas guna menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas tawuran," ucapnya.
Diapresiasi Warga dan Pelatih Lokal
Transformasi kolong jembatan ini mendapat respons jempolan dari warga setempat. Kehadiran ring tinju dinilai langsung mengubah atmosfer kawasan Pasar Rebo menjadi jauh lebih aman.
Sudirman, 54, seorang pelatih tinju sekaligus warga lokal, mengaku sangat bersyukur dengan langkah cepat pemerintah daerah ini.
"Alhamdulillah, kami berterima kasih banyak. Di sini biasanya sering tawuran. Dengan adanya fasilitas olahraga bela diri tinju ini, tawuran di flyover Pasar Rebo dan sekitarnya jadi berkurang, dan kami pun bisa latihan," ucap Sudirman.