← Beranda
Terduga Pelaku Pemukulan Bro Ron Akui 'Orang Tuanya' Dihina Kata-kata Kasar dan Rasis
Muhammad RidwanRabu, 6 Mei 2026 | 13.41 WIB
Ronald A. Sinaga atau Bro Ron di kantor Jawa Pos di Jakarta, Kamis (24/09/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Terduga pelaku dalam kasus pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A. Sinaga, angkat bicara. Pria bernama Andi mengakui bahwa dirinya memang melakukan pemukulan terhadap sosok yang akrab disapa Bro Ron tersebut.

Meski demikian, Andi menegaskan tindakannya tidak terjadi tanpa alasan. Ia mengaku emosinya terpancing setelah mendengar dugaan penghinaan yang ditujukan kepada orang yang ia anggap sebagai orang tuanya.

Berdasarkan keterangan dalam video yang diunggah Rani Stones Sanjaya, insiden itu bermula dari percakapan di sebuah firma hukum di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Situasi disebut memanas setelah muncul ucapan yang dinilai bernuansa rasis dan menghina Ical, rekan Andi.

"Video itu (pemukulan) terjadi karena saya merasa Bang Ical sudah saya anggap orang tua saya. Dia menghina dengan kata-kata kasar dan rasis," kata Andi, dikutip Selasa (5/5).

Sebelum aksi pemukulan terjadi, Andi mengaku sempat mengingatkan Bro Ron agar tidak melakukan kontak fisik terhadap Ical. Namun, kondisi di lokasi semakin tegang hingga akhirnya ia melayangkan pukulan.

"Saya akui saya salah pukul dia, tapi saya enggak terima orangtua saya dihina, dimaki terus kata-kata kasar dan rasis keluar dari mulutnya," bebernya.

Andi juga mengklaim setelah kejadian tersebut, dirinya justru mendapat serangan balasan dari Bro Ron dan rekannya. Ia menyebut sempat terjatuh dan dipukul menggunakan kursi.

"Ada rekaman CCTV semua ada. Saya langsung ke puskesmas, diantar ke pihak kepolisian, dikasih obat nyeri," ungkapnya.

Sementara itu, Ical yang turut disebut dalam peristiwa tersebut juga memberikan penjelasannya. Ia mengaku datang ke kantor firma hukum di Menteng hanya karena ajakan seorang rekan, tanpa mengetahui persoalan yang tengah terjadi.

Namun, suasana berubah ketika Bro Ron datang ke lokasi. Ical menuturkan, dirinya langsung menerima ucapan kasar hingga tindakan fisik.

"Dia (Bro Ron) datang langsung ngoceh-ngoceh, ngomong, maki-maki saya, nah maki-maki plus dia rasis ditambah tonjok di ulu hati saya," jelasnya.

Menurut Ical, tindakan yang kemudian terjadi merupakan bentuk reaksi atas perlakuan yang ia terima. Ia pun menegaskan, tidak ada adu mulut sebelumnya, melainkan langsung terjadi tindakan fisik.

"Enggak ada adu mulut, dia ngoceh aja. Tangan saya bersedekap. Lalu dia mukul di ulu hati saya, saya enggak terima, ditambah kepala saya dipegang dan ditarik ke bawah. Saya dorong dia, akhirnya ada yang misahin," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, kasus pemukulan yang menimpa Waketum PSI, Ronald A Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, berakhir di tangan kepolisian. Polsek Menteng bergerak cepat mengamankan dua pria yang diduga menjadi pelaku penganiayaan tersebut.

Insiden ini mendadak viral setelah terekam kamera dan diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (5/5).

Dalam video tersebut, terlihat suasana sempat memanas sebelum pemukulan terjadi. Seorang pria berbaju krem tampak berusaha mengajak bicara Bro Ron, namun Ronald terlihat berusaha menghindari interaksi tersebut.

Situasi berubah mencekam ketika seorang pria lain berbaju hitam tiba-tiba melayangkan pukulan keras ke arah wajah Bro Ron. Pria berbaju krem pun ikut menghampiri korban dan melayangkan pukulan.

Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengonfirmasi peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Pihak kepolisian langsung menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh korban.

"Benar ada kejadian seperti di Video. Pak Ronald sudah membuat Laporan Polisi dan sudah kami antarkan untuk di visum serta diminta keterangan, termasuk saksi-saksi," ujarnya, Selasa (5/5).

Aparat bergerak cepat dengan mengamankan terdua pelaku. Mereka saat ini tengah dalam pemeriksaan aparat.

"Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk di proses lanjut," pungkasnya.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra