← Beranda
Berniat Menginap di Rumah Sang Anak, Pengurus Muslimat NU Kemayoran jadi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Muhammad RidwanSelasa, 28 April 2026 | 22.50 WIB
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Duka mendalam turut menimpa keluarga besar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pasalnya, Hj. Nurhayati, 63, yang merupakan Anggota PAC Muslimat NU Kemayoran ikut menjadi korban dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam (27/4).

Rencana sederhana untuk bermalam di rumah sang anak di Cikarang, Bekasi, berubah menjadi duka mendalam. Kepergiannya menyisakan kesedihan bagi keluarga, sahabat, dan rekan organisasi yang mengenalnya sebagai sosok hangat dan penuh dedikasi.

Ketua PAC Muslimat NU Kemayoran, Hj Sugirah, almarhumah Hj. Nurhayati memang telah merencanakan kunjungannya ke Cikarang, sejak sore hari.

“Saya PAC Kemayoran, Ibu Nurhayati mau ke rumah anaknya yang di Cikarang, beliau mau nginap sama cucunya,” kata Sugirah kepada JawaPos.com, Selasa (28/4).

Baca Juga: Diawali Insiden Taksi SM Green, Ini 6 Fakta Kecelakaan KRL Cikarang vs Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek

Menurut penuturan Sugirah, rekannya itu memulai perjalanan selepas salat Maghrib. Namun, niat sederhana untuk berjumpa dengan sang anak berahir menjadi duka mendalam.

“Ibu Nurhyati ke rumah anaknya ba'da Maghrib mau nginap di Cikarang yang di Bekasi katanya," bebernya.

Ia mengungkapkan, Hj. Nurhayati dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan Muslimat NU, mulai dari pengajian rutin hingga aksi sosial kemasyarakatan.

Hj. Nurhayati meninggalkan enam orang anak. Saat ini, jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Tengsin, Jakarta, sekitar pukul 13.00 WIB.

Terpisah, Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, H. Emka Farah Mumtaz menyampaikan duka cita atas wafatnya Hj. Nurhayati. Ia meyakini, Hj. Nurhati meninggal dunia dalam keadaan baik.

"Insya Allah husnul khatimah dan almarhum termasuk syahidah," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan kereta api terjadi pada Senin malam (27/4), di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Baca Juga: Begini Penampakan Sopir Taksi Hijau yang Sempat Merokok Usai Tertabrak KRL

Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian KRL Commuter Line Cikarang yang sedang berhenti di stasiun.

Benturan keras terjadi pada gerbong paling belakang, yang merupakan gerbong khusus perempuan, menyebabkan korban jiwa dan puluhan penumpang mengalami luka-luka.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan