JawaPos.com - Tim SAR Gabungan memastikan bahwa seluruh korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) adalah perempuan. Tidak ada satu pun korban laki-laki dalam kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line vs Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek tersebut.
”Yang kami evakuasi 100 persen perempuan,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii saat ditanyai oleh awak media pada Selasa (28/4).
Data itu selaras dengan laporan yang bersumber dari lapangan. Bahwa kereta api jarak jauh menabrak gerbong ujung KRL yang dikhususkan bagi penumpang perempuan. Saking kerasnya benturan, lokomotif kereta api tersebut menghancurkan hingga masuk ke dalam gerbong.
Sesuai dengan prosedur yang berlaku, Tim SAR Gabungan menyerahkan korban yang berhasil dievakuasi kepada tim medis. Korban selamat sebagian besar dibawa ke rumah sakit di sekitar lokasi kecelakaan seperti RSUD Kota Bekasi. Sementara jenazah korban meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
”Kita sama-sama melihat bahwa lokomotif bisa sampai masuk ke satu gerbong commuter. Dari situlah sebenarnya adanya korban, baik itu yang kami evakuasi dalam kondisi meninggal hampir semuanya karena terjepit, begitu juga 5 korban yang kami evakuasi dalam kondisi selamat,” ucap Syafii.
Menurut dia, kondisi itu yang membuat Tim SAR Gabungan kesulitan hingga butuh waktu belasan jam sampai proses evakuasi selesai dilakukan. Dia bersyukur evakuasi dapat dituntaskan dengan tetap menjaga keselamatan 5 korban yang terjepit di dalam gerbong KRL.
”Alhamdulillah atas kerja sama dari seluruh unsur, bahwa operasi SAR bisa kami laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan. Dan tadi pagi pukul 08:00 WIB sudah selesai, seluruh Tim SAR kami kembalikan ke home base masing-masing,” ujarnya.
Berdasar laporan yang tercatat dari jam ke jam, korban pertama berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 02.42 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diidentifikasi oleh petugas medis.
Pada pukul 04.17 WIB, seorang korban selamat atas nama Nurul, 26; berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Proses evakuasi kemudian berlanjut sampai pada pukul 05.49 WIB petugas berhasil menyelamatkan korban atas nama Ata, 30.
Kemudian pada pukul 05.59 WIB seorang korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Tidak berselang lama, pada pukul 06.25 WIB tim berhasil menyelamatkan Mia, 26; dan pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah, 47, berhasil dikeluarkan.
Tidak berhenti sampai di situ, evakuasi yang berlangsung lebih dari 10 jam kembali membuahkan hasil. Pada pukul 07.25 WIB, seorang korban selamat lainnya atas nama Endang Kuswati, 40, juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.
”Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kami temukan,” kata dia.