← Beranda
Endang Kuswanti Bertahan 10 Jam dari Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, di Antara Tumpukan Korban Lainnya
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 28 April 2026 | 18.22 WIB
Adik korban, Muhammad Iqbal, saat menceritakan evakuasi kakaknya, Endang Kuswanti yang berjalan 10 jam akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur menyisakan cerita yang mendalam bagi para korban maupun keluarga. Salah satunya yang dialami Endang Kuswanti, 40. Ia baru berhasil dievakuasi setelah 10 jam bertahan di antara tumpukan korban lainnya.

Adik korban, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa korban baru berhasil dievakuasi setelah 10 jam sejak pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Ia diketahui baru pulang kerja dari Pasar Baru menuju Cibitung, Bekasi.

"Itu karena posisi kakak saya itu agak paling belakang, karena menunggu dari yang sebelum-sebelumnya untuk dievakuasi gitu," ujarnya kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Baca Juga: Jika Anda Lebih Suka Duduk di Bagian Belakang Ruangan, Psikologi Mengungkapkan 7 Kekuatan Tak Terduga tentang Kepribadian Anda

Posisi Endang yang berada di gerbong KRL khusus perempuan membuat evakuasi menjadi lebih sulit daripada korban lain. Sebab, ia dalam keadaan terjepit reruntuhan akibat tabrak kereta tersebut.

"Jadi kakak saya baru selesai dievakuasi sekitar jam 7 pagi dan langsung dibawa ke RSUD Bekasi," tutur Iqbal.

Saat ini, ia mengatakan bahwa kondisi korban masih dalam perawatan rumah sakit untuk mendiagnosis secara utuh yang dialami korban.

"Karena ketika diangkat, badan yang dia alami itu bengkak-bengkak gitu karena udah kurang lebih 10 jam di balik reruntuhan ya. Jadi saat ini kita masih menunggu hasil rontgen apakah ada patah tulang ataupun yang lain-lain, seperti itu sih," pungkas Iqbal.

Baca Juga: Mengapa Kita Otomatis Mengecilkan Volume Musik Saat Mencari Alamat? Simak, Ini Penjelasan dalam Psikologi

Sebelumnya, kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin malam (27/4). Insiden itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

Salah satu informasi yang diterima oleh awak media menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan KRL atau commuter line lintas Bekasi dan kereta api jarak jauh. Dari berbagai foto dan video yang beredar, tampak beberapa gerbong hancur dan evakuasi korban masih berlangsung.

”Info lintas Daop 1 Jakarta: Terima info JPL 85 PLB 5181 tertemper mobil. Kemudian ka 4 melintas langsung Bekasi oleh PPKP sudah diinstruksikan untuk berhati-hati dikarenakan di jalur hilir terjadi temperan dan didepannya PLB 5568a,” bunyi informasi tersebut.

Namun demikian, kecelakaan tidak terhindarkan. KRL yang tengah berhenti karena menemper mobil diseruduk dari belakang oleh kereta jarak jauh. Kecelakaan itu mengakibatkan bagian ujung belakang KRL hancur.

EDITOR: Bintang Pradewo