← Beranda
Hadapi Ritel Modern, Pasar Santa Andalkan Revitalisasi dan Aktivasi Komunitas
Banu AdikaraSabtu, 25 April 2026 | 19.40 WIB
MOMENTUM: Pengunjung rela antre untuk bergantian masuk ke toko buku Post yang menempati lantai atas Pasar Santa.

 

JawaPos.com – Upaya menghidupkan kembali Pasar Santa masih bertumpu pada dua hal: perbaikan fisik dan menarik kembali minat pengunjung, khususnya generasi muda. Revitalisasi infrastruktur menjadi langkah awal untuk menjawab tantangan pasar tradisional yang kian terdesak oleh ritel modern.

Sejumlah pembenahan telah dilakukan, mulai dari pengecatan ulang gedung, perbaikan toilet, hingga penataan area parkir dan ruang terbuka.

Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh menilai bahwa perbaikan fisik saja tidak cukup tanpa diikuti perubahan ekosistem pasar. 

“Kami menyadari bahwa tantangan pasar tradisional saat ini adalah kompetisi dengan ruang ritel modern. Oleh karena itu, perbaikan fisik ini adalah fondasi awal,” ujarnya.

Masalah berikutnya adalah bagaimana memastikan pasar tetap hidup setelah renovasi. Untuk itu, Pasar Jaya mengandalkan aktivitas komunitas melalui Santa Festival sebagai cara menarik kunjungan dan membangun loyalitas baru.

“Kami secara konsisten menyelenggarakan Pasar Santa Festival sebagai wadah komunitas kreatif dan UMKM untuk menarik minat generasi muda kembali ke pasar,” lanjut Topik.

Namun, upaya ini masih menghadapi pekerjaan rumah lainnya, yakni menjaga keberlanjutan kunjungan agar tidak hanya ramai saat event berlangsung. Dialog dengan pedagang juga disebut terus dilakukan untuk merumuskan arah rebranding yang lebih relevan.

Di tengah perubahan perilaku konsumen dan tekanan dari pusat perbelanjaan modern, revitalisasi Pasar Santa menjadi ujian apakah pasar tradisional bisa beradaptasi—bukan hanya tampil lebih baru, tetapi juga tetap punya alasan untuk dikunjungi.

EDITOR: Banu Adikara