← Beranda
Jakarta dan Shenzhen Resmi Jalin Kerja Sama, Fokus ke Smart City dan Transportasi
Ryandi ZahdomoJumat, 24 April 2026 | 06.24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar pertemuan strategis dengan Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, di Fuzhong 3rd Road, Shenzhen, Tiongkok, Rabu (22/4).

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat kolaborasi global. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar pertemuan strategis dengan Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, di Fuzhong 3rd Road, Shenzhen, Tiongkok, Rabu (22/4).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati rencana kerja sama sister city yang ditargetkan rampung pada November 2026. Langkah ini menjadi babak baru bagi Jakarta dalam mengadopsi praktik pembangunan kota modern.

Jakarta memang terus aktif membangun kemitraan internasional. Sebelumnya, ibu kota Indonesia ini telah memiliki relasi erat dengan kota-kota besar dunia.

"Saat ini Jakarta telah menjalin kerja sama sister city dengan Beijing dan Shanghai. Kami berharap dapat menyusun Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal, untuk kemudian dilanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shenzhen," ujar Gubernur Pramono dalam keterangannya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi ruang pertukaran ide dan solusi bagi tantangan urban yang kompleks.

Menurutnya, Jakarta menghadapi tantangan yang serupa dengan kota-kota besar di Tiongkok di masa lalu. Oleh karena itu, pengalaman Shenzhen dalam manajemen kota menjadi acuan utama bagi Pemprov DKI Jakarta.

"Jakarta dengan penduduk sekitar 11 juta jiwa, serta kawasan aglomerasi Jabodetabek yang mencapai 42 juta jiwa, menghadapi persoalan yang dulu juga dialami Beijing, seperti transportasi, kemacetan, polusi, hingga banjir. Kami ingin belajar dari Shenzhen sebagai role model," jelasnya.

Empat Fokus Utama Kerja Sama

Menanggapi tawaran tersebut, Pemerintah Kota Shenzhen menyambut antusias. Executive Vice Mayor Tao Yongxin bahkan telah merancang empat pilar utama kolaborasi yang dianggap sangat potensial.

"Kami ingin memulai dari friendship city sebagai langkah awal menuju sister city. Selain itu, ada peluang kerja sama di bidang teknologi dan inovasi, people-to-people connection seperti pertukaran mahasiswa dan budaya, serta sektor maritim," tuturnya.

Salah satu nilai jual utama Shenzhen adalah kemampuannya dalam menerapkan teknologi tinggi. Posisi Indonesia yang strategis di jalur maritim global juga menjadi katalis kuat dalam kerja sama ini.

Shenzhen berkomitmen berbagi pengalaman, terutama dalam memodernisasi layanan publik di Jakarta melalui teknologi terkini.

"Kami terbuka untuk mengirim perusahaan Shenzhen ke Jakarta, mulai dari elektrifikasi kendaraan, pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik," ucap Tao.

Sebagai informasi, Shenzhen merupakan pusat inovasi teknologi dunia. Sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada tahun 1980, kota ini telah bertransformasi pesat dari kawasan nelayan menjadi rumah bagi raksasa teknologi seperti Huawei dan BYD. Pengalaman inilah yang akan diintegrasikan untuk mendukung transformasi Jakarta di masa depan.

EDITOR: Estu Suryowati