← Beranda
Jakarta Melaju Kencang di 2026, APBD Sehat dan Kemiskinan Turun!
Ryandi ZahdomoJumat, 17 April 2026 | 20.29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan kinerja APBD Triwulan I dalam konferensi pers di Balai Kota, Jumat (17/4). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan kinerja APBD Triwulan I ditengah situasi global sedang tidak menentu.

Dalam konferensi pers di Balai Kota, Jumat (17/4), Pramono mengungkap bahwa realisasi belanja daerah mencapai titik tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa roda pembangunan di Jakarta bergerak lebih cepat dari biasanya.

"APBD DKI Jakarta ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Hingga 31 Maret 2026, realisasinya meliputi pendapatan daerah Rp9,57 triliun (13,39 persen), belanja daerah Rp10,38 triliun (13,97 persen), penerimaan pembiayaan Rp5,82 triliun (58,92 persen), serta pengeluaran pembiayaan Rp243,2 miliar (3,45 persen), dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Rp4,77 triliun," ujarnya.

Pramono juga menyoroti efektivitas birokrasi dengan selesainya 94.798 paket pengadaan. Ia meminta jajarannya untuk segera menuntaskan paket yang tersisa agar dampaknya langsung dirasakan warga.

Daya tahan ekonomi Jakarta terbukti tangguh. Sepanjang tahun 2025, Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen, mengungguli angka nasional yang berada di level 5,11 persen. Optimisme ini pun terus berlanjut hingga tahun ini.

"Yang menggembirakan, pada Maret 2026 indeks keyakinan konsumen mencapai 145,5. Ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta," kata Pramono.

Tak hanya itu, sektor transportasi umum juga mencetak rekor. Integrasi Transjakarta, MRT, dan LRT berhasil mengangkut 112 juta penumpang hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Strategi Insentif dan Penurunan Angka Kemiskinan

Menghadapi tekanan geopolitik dunia, Pemprov DKI kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan pajak yang lebih ramah.

"Momentum ini harus diperkuat melalui kebijakan insentif fiskal yang tepat. Kami tengah mengkaji instrumen perpajakan yang lebih kompetitif, termasuk relaksasi untuk merespons tekanan geopolitik," tegas Gubernur Pramono.

Hasilnya mulai terlihat pada data kesejahteraan sosial. Angka kemiskinan turun menjadi 439,12 ribu orang (4,03 persen), sementara ketimpangan ekonomi (rasio gini) juga menyusut dari 0,441 ke 0,423.

"Partisipasi angkatan kerja meningkat menjadi 65,47 persen. Jumlah penduduk bekerja juga bertambah menjadi 5,18 juta orang atau naik 46,8 ribu. Ini perkembangan yang menggembirakan di awal tahun," jelasnya.

Realisasi Pajak dan Belanja yang Efisien

Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menambahkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah menyentuh Rp8,74 triliun. Bahkan, penerimaan pajak melampaui target triwulan dengan capaian 101,09 persen.

"Pajak daerah dan retribusi daerah berkontribusi Rp7,64 triliun atau 87,45 persen dari total PAD triwulan I," imbuh Lusiana.

Dari sisi pengeluaran, Kepala BPKD DKI Jakarta Michael Rolandi optimis dengan kesehatan arus kas Jakarta. Percepatan pengadaan barang dan jasa di awal tahun menjadi kunci sukses realisasi belanja kali ini.

"Kami harus menjaga arus kas tetap sehat. Percepatan pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun sangat membantu. Jika tren ini terjaga, akan terbentuk kurva S: lambat di awal, akselerasi di tengah, dan stabil di akhir," imbuh Michael.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra