← Beranda
Alasan di Balik Penumpukan Sampah di Kalianyar yang Viral, Imbas Longsor Bantar Gebang?
Ryandi ZahdomoSelasa, 31 Maret 2026 | 06.45 WIB
Kondisi sampah yang menumpuk, warga Kalianyar Tambora protes tolak jalan dijadikan tempat penampungan sampah sementara. (Istimewa)

JawaPos.com - Masalah tumpukan sampah di kawasan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat kembali menjadi sorotan. Meski sempat dibersihkan, warga kini mulai menyuarakan penolakan keras terhadap penggunaan badan jalan sebagai tempat pembuangan sampah.

Usut punya usut, penumpukan yang sempat viral tersebut dipicu oleh kendala teknis di hulu, tepatnya di TPST Bantar Gebang.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat Achmad Hariadi menuturkan, pengangkutan sampah ke Bantar Gebang memang sempat terhambat akibat insiden longsor pada 8 Maret lalu. Hal ini berdampak langsung pada distribusi sampah dari wilayah Jakarta Barat.

"Ada pembatasan kuota pembuangan ke Bantar Gebang, karena sedang ditata kembali imbas longsor kemarin itu," ujar Hariadi, Senin (30/3).

Pembatasan ini cukup signifikan. Dari yang biasanya Jakarta Barat bisa mengirim 308 truk per hari, kini hanya dijatah 190 truk saja.

"Berarti kan tiap hari ada sekitar 118 truk sampah enggak bisa angkut ke sana gitu," lanjut Hariadi.

Kondisi di lapangan semakin semrawut karena wilayah Kalianyar tidak memiliki Tempat Penampungan Sampah (TPS) resmi.

"Sehingga kan terjadi penumpukan. Untuk Kalianyar itu kalau ketahan (sampah rumah tangga), jadi tidak dibuang, karena dia enggak punya TPS. Akhirnya warga jadikan TPS-nya di pinggir kali. Padahal itu TPS depo," jelas Hariadi.

Terkait permintaan TPS baru, Sudin LH menekankan bahwa penentuan lokasi harus berdasarkan musyawarah warga sesuai Instruksi Gubernur nomor 6 tahun 2014.

"Jadi yang menentukan lokasi TPS itu bukan Sudin LH atau Satpel (Satuan Pelaksana). Yang menentukan titik TPS itu berdasarkan Ingub nomor 6 tahun 2014, adalah forum musyawarah warga," tegas Hariadi.

Saat ini, pihak Sudin LH memastikan titik-titik tumpukan yang sempat viral telah dibersihkan secara total. "Ada yang di jembatan, ada juga yang di dekat pinggir kereta api dan itu semua sekarang udah diberesin, udah selesai," pungkasnya.

Warga Protes, Tolak Jalan Jadi TPS

Sebelumnya diberitakan, masalah tumpukan sampah di Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, ternyata belum benar-benar usai. Meski gunungan sampah di samping Kanal Banjir Barat (KBB) sudah diangkut, warga kini menyuarakan tuntutan menolak badan jalan dijadikan tempat pembuangan.

Ketua RT 12 RW 01 Kalianyar, M. Toyib, membenarkan keresahan warga. Spanduk penolakan pun dipasang sebagai bentuk protes karena tumpukan sampah menimbulkan bau menyengat dan kemacetan dari arah Season City menuju Roxy.

"Penumpukan kemarin itu lantaran kejadian di Bantar Gebang. Bahkan sempat ada instruksi dari Dinas Lingkungan Hidup pada tanggal 8 Maret untuk tidak membuang sampah sementara," ujar Toyib.

Warga mendesak pemerintah segera mencari lahan resmi untuk TPS agar tidak lagi mengganggu estetika dan kesehatan di bahu jalan. Toyib mengusulkan area bantaran kali sebagai opsi relokasi yang lebih tersembunyi.

Selain masalah lahan, minimnya armada pengangkut menjadi rapor merah yang sudah bertahan selama satu dekade. Saat ini, hanya ada dua truk yang melayani sampah dari 101 RT dan 9 RW di wilayah padat penduduk tersebut.

"Ini udah terjadi sejak tahun 2016, artinya udah 10 tahun dan belum ada solusi. Warga udah resah karena baunya jelas bikin enggak sehat. Jadi harapannya dipindahkan supaya enggak ada problem masyarakat," ungkap Toyib.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra